Dewan Pers

Dark/Light Mode

Menko PMK Ucapkan Bela Sungkawa Meninggalnya Siswa MTsN 19 Jakarta

Jumat, 7 Oktober 2022 15:51 WIB
Menko PMK, Muhadjir Effendy
Menko PMK, Muhadjir Effendy

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengunjungi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19 Jakarta di Pondok Labu, Jakarta, pada Jumat (7/10). 

Muhadjir datang untuk mengecek lokasi ambruknya tembok sekolah karena luapan air bah. Akibatnya hujan deras itu menyebabkan tiga orang siswa meninggal dunia.

Menko PMK juga mengecek kawasan sekolah, dan melihat lingkungan sekolah pasca terkena luapan air banjir.

Muhadjir mengatakan, insiden robohnya tembok di MTsN 19 yang menelan nyawa murid-murid adalah musibah yang tidak disangka-sangka terjadi. 

Menurutnya, musibah terjadi adalah karena hujan deras yang kemudian luapan air banjir mendesak tembok hingga roboh. Untuk itu, Menko PMK mengungkapkan rasa sedih dan bela sungkawa atas tiga siswa yang wafat akibat musibah itu. 

Berita Terkait : Kemenag Siapkan MAN 11 Untuk Tampung Sementara Siswa MTsN 19 Jaksel

Lebih lanjut, Menko Muhadjir mengatakan, telah meminta Kementerian PUPR untuk segera mengecek langsung ke sekolah untuk menata lebih baik lokasi bangunan sekolah. 

Menurutnya, bangunan sekolah yang terdapat di wilayah cekungan membuat rentan terkena luapan air ketika hujan deras datang.

"Tadi saya sudah minta kementerian PUPR untuk segera datang cek langsung dan kita tata lebih menyeluruh," ujar Muhadjir.

Kemudian, Menko PMK meminta Kementerian Agama sebagai penyelenggara madrasah untuk membenahi dan merenovasi bangunan sekolah. Agar bisa lebih layak untuk menampung murid-murid yang lebih banyak. 

Diketahui memang MTsN 19 merupakan salah satu madrasah favorit di Jakarta Selatan.

Berita Terkait : Kebijakan Ngawur Mengancam Transportasi Umum DKI Jakarta

"Saya kira tempat ini harus ditangani lebih utuh, termasuk bagaimana supaya tidak menjadi langganan genangan air," ungkapnya.

Muhadjir mengatakan, akan mengkoordinasikan pihak Kemenag dan Pemda DKI untuk perbaikan sekolah. Termasuk mengusahakan untuk membuka lahan sebelah sekolah yang merupakan milik Pemda DKI.

"Saya akan koordinasikan dengan Pak Dirjen, bersama Pemda DKI, yang ada tanahnya Pemda DKI di sebelah ini mungkin bisa kita nego untuk bisa kita gunakan lebih. Agar lahan ini yang sempit bisa diperluas. Kemudian bangunan ini juga sudah cukup tua, sejak 1997. Sudah waktunya untuk dibenahi secara lebih menyeluruh," ujarnya.

Sebagai informasi, insiden robohnya tembok di MTsN 19 Pondok Labu terjadi pada Kamis (6/10) akibat hujan deras dan luapan air yang membanjiri kawasan sekolah. Di saat itu, terdapat murid-murid yang bermain di sekitar tembok, yang tanpa disangka tembok roboh karena terjangan luapan air dan menimpa murid-murid.

Sebanyak 3 orang siswa  meninggal dunia. yaitu Dicka Safa Ghifar (13). Muh Adnan Efendi  (13) dan  Dendis Al Latif (13).  Sementara, tiga orang korban luka-luka yakni Adisya Daffa Allutfi, Laki-laki; Nabila Ika Fatimah, Perempuan; Nirjirah Desnauli, Laki-laki. Mereka saat ini tengah dalam penanganan di RS Prikasih yang ditanggung oleh Kementerian Agama. 

Berita Terkait : Ini Pernyataan Lengkap Kedubes Iran, Soal Meninggalnya Mahsa Amini

Pemerintah melalui Kementerian Sosial memberikan santunan berupa uang tunai sebesar Rp 15 juta untuk korban meninggal dan Rp 5 juta untuk korban luka dan paket sembako senilai Rp 300 ribu untuk korban meninggal dunia dan luka-luka. 

Kemudian, Kementerian Agama melalui Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (DSKK) memberikan santunan Rp 10 juta kepada korban meninggal dunia.■