Dewan Pers

Dark/Light Mode

Hari Perempuan Desa Sedunia

Mendes PDTT: Perempuan Kunci Pencapaian SDGs Desa

Sabtu, 15 Oktober 2022 16:33 WIB
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar. (Foto: Humas Kemendes PDTT)
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar. (Foto: Humas Kemendes PDTT)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar menyatakan perempuan merupakan kunci keberhasilan pencapaian SDGs Desa.

Peran penting perempuan desa untuk mencapai SDGs Desa kini semakin diakui dunia. Perempuan desa diakui sebagai kontributor penting dalam produksi pertanian, ketahanan pangan dan nutrisi, pengelolaan lahan, sumber daya alam, dan ketahanan iklim.

UN Women (2021) memberi kesempatan yang sama pada perempuan dan laki-laki, dapat meningkatkan produksi pertanian 2,5-4 persen. Keterlibatan perempuan dalam ranah ekonomi juga dapat mengatasi kekurangan gizi sebesar 12-17 persen.

"Kepeloporan perempuan desa, akan menentukan pencapaian tujuan SDGs Desa. Kepahlawanan perempuan desa adalah solusi bagi ancaman pangan, bukan hanya bagi desa, tapi juga untuk kedaulatan pangan nasional, serta untuk ketahanan pangan global," kata Gus Halim, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar saat Peringatan Hari Perempuan Desa Sedunia 2022 di Jakarta, Sabtu (15/10).

Berita Terkait : Mendes PDTT: Gernas BBI Gelorakan Produk Unggulan Desa

Dengan demikian, partisipasi perempuan dalam pembangunan desa, kepeloporan perempuan untuk ketahanan pangan, keterlibatan perempuan desa dalam pencapaian tujuan-tujuan SDGs Desa tetaplah harus berada dalam ruang budaya desa, menghormati hasil cipta warga desa, yang telah diwariskan turun temurun.

Gus Halim mengungkapkan, berbagai problem yang dihadapi perempuan desa di bidang sosial ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga kesempatan kerja sebagian besar bermula dari ketidakadilan, peminggiran, dan marjinalisasi.

"Semestinya hal itu tidak boleh terjadi karena perempuan adalah bagian kembar laki-laki. Yang sebenarnya adalah, perempuan adalah penolong laki-laki. Pun begitu, laki-laki adalah penolong bagi perempuan. Laki-laki dan perempuan adalah dua sisi mata uang. Keduanya, berbeda tapi memiliki nilai yang sama," ujar Gus Halim.

Namun saat ini, keterlibatan perempuan desa telah meningkat. Hal itu ditunjukkan dengan kepesertaan perempuan dalam musyawarah desa, maupun pemanfaat program hingga terlibat dalam kepemimpinan desa.

Berita Terkait : Ondoafi Sentani Cornelis Doyapo: Enembe Bukan Kepala Suku Besar Papua

"Perempuan desa kini, terlibat secara langsung dan signifikan, mengatur arah pembangunan desa, sekaligus memantau perkembangan desa," tuturnya.

Gus Halim memaparkan, tercatat sebanyak 4.120 perempuan desa menjadi kepala desa. Jumlah ini mencapai 5,5 persen dari total 74.961 kepala desa seluruh Indonesia.

Perempuan desa juga terlibat sebagai perangkat desa, yakni sebanyak 149.891 perangkat desa perempuan desa, dari total 677.335 perangkat desa seluruh Indonesia atau 22,1 persen.

Selain itu, sebanyak 83.698 perempuan desa terlibat sebagai ketua maupun anggota Badan Permusyaratan Desa (BPD). Jumlah ini, mencapai 17,7 persen dari 472.825 anggota BPD seluruh nusantara.

Berita Terkait : Hari Senyum Sedunia, Sido Muncul Beri Bantuan Untuk Pasien Sumbing Bibir Di Semarang

"Ini menunjukkan bahwa perempuan desa telah berada dalam setiap ruang penyusunan kebijakan desa. Perempuan ada dalam semua tempat dibuatnya keputusan desa. Karenanya, tidak ada celah sedikitpun, untuk memarjinalkan perempuan, tidak ada jalan bagi peminggiran perempuan desa," urainya.
 Selanjutnya