Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tinjau RS Di Lokasi Gempa Cianjur

Menkes: Yang Dirawat, Jangan Sampai Ada Yang Meninggal

Rabu, 23 November 2022 20:12 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat meninjau korban gempa Cianjur, Rabu (23/11). (Foto: Humas Kemenkes)
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat meninjau korban gempa Cianjur, Rabu (23/11). (Foto: Humas Kemenkes)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau kesiapan rumah sakit yang melayani korban gempa di Cianjur, Rabu (23/11). Demi memastikan seluruh korban luka tertangani dengan baik.

“Saya datang untuk memastikan kesiapan seluruh rumah sakit di Cianjur. Tujuannya satu, yang dirawat jangan sampai ada yang meninggal. Itu saja,” ujar Menkes di Cianjur, Rabu (23/11).

Karena itu, Menkes meminta tenaga kesehatan untuk fokus kepada orang yang sakit luka berat. Agar jangan sampai meninggal. Yang luka ringan, diupayakan cepat sembuh.

Berita Terkait : Gempa Cianjur, PUPR Data Rumah Warga Yang Rusak

Saat ini, tim Kementerian Kesehatan sudah mengidentifikasi pasien luka berat sebanyak 474 orang, dan pasien luka ringan sekitar 1.800 orang.

“Dari total pasien luka berat yang berjumlah 474, 140 orang di antaranya sudah dirujuk ke rumah sakit di wilayah sekitar seperti Bogor, Sukabumi, dan Bandung,” ucap Menkes.

“Dokter sekarang sudah berdatangan. Yang dibutuhkan adalah dokter spesialis ortopedi dan bedah. Itu timnya sudah datang. Ada dari RS Hasan Sadikin, Bandung, RS Cipto Mangunkusumo. Ada juga dokter dari TNI,” imbuhnya.

Berita Terkait : Supaya Bantuan Cepat Sampai, JK Minta Relawan PMI Perbarui Data

Saat ini, yang kurang adalah ruang operasi. Menkes telah memeriksa ketersediaan ruang operasi di setiap rumah sakit di Cianjur.

Di RS Bhayangkara ada 1 kamar operasi, di RSUD Sayang ada 8 ruang operasi. Seluruh ruang tersebut, bisa dipakai semua. Hanya perlu sedikit perbaikan.

Di RS Dr. Hafiz, terdapat dua ruang operasi. Dan di RSUD Cimacan, ada 4 ruang operasi yang bisa digunakan.

Berita Terkait : Demi Korban Gempa Cianjur, NasDem Tunda Jalan Sehat Bersama Anies

"Jadi, sebenarnya sudah cukup ada 15 ruang operasi, kalau masing-masing ruang operasi menargetkan 10 kali tindakan. Artinya, dalam sehari, bisa ada 150 orang yang dioperasi. Dengan begitu, 334 pasien bisa selesai dalam 3 sampai 4 hari,” jelas Menkes.

Terkait obat-obatan, pasokan masih mencukupi, karena jalur logistiknya terbuka.

“Obat-obatan tidak ada masalah. Saya tadi hanya melihat, listrik mungkin perlu diperbaiki. Supaya alat-alat seperti CT scan bisa digunakan. Itu penting sekali, untuk menangani masyarakat yang luka berat akibat gempa,” beber Menkes. ■