Dark/Light Mode

Sepanjang 2022, BP2MI Sudah Kirim 11.269 Pekerja Migran Ke Korsel

Selasa, 6 Desember 2022 10:10 WIB
Pelepasan 114 PMI ke Korsel oleh BP2MI. (Foto: Ist)
Pelepasan 114 PMI ke Korsel oleh BP2MI. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali melepas pekerja migran Indonesia (PMI) program government to government (G to G) ke Korea Selatan (Korsel). 

Sebanyak 114 PMI untuk sektor manufaktur dan perikanan dilepas Kepala BP2MI, Benny Rhamdani di Hotel El Royal, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (5/12). 

Dalam sambutannya, Benny mengatakan, untuk kesekian kalinya dia dapat memberangkatkan pahlawan devisa secara bermartabat dari hotel berbintang dengan pelayanan maksimal. "Ini angkatan ke 98 dan 99, sudah ada sebanyak 11.269 PMI yang diberangkatkan pada tahun 2022 ini. Belum pernah dalam satu tahun tembus 11.000," kata Benny.

Baca juga : PSI Imbau Pemerintah Benahi Proses Penyaluran Pekerja Migran Ke Eropa

Adapun dari 114 PMI yang diberangkatkan ke Korsel terdapat 87 PMI yang akan bekerja di sektor manufaktur, sementara 27 PMI untuk sektor perikanan. Sementara dari 11.269 PMI G to G yang telah diberangkatkan ke Korsel sepanjang tahun ini, Benny membeberkan sebanyak 1.955 PMI merupakan PMI re-entry dan 9.314 PMI reguler.

"PMI akan menjadi juru bicara Pemerintah. Karena itu  pentingnya berangkat secara prosedural. Karena bahaya sekali berangkat tidak resmi. Jika mengandalkan BP2MI sangat terbatas, ini yang kita butuhkan peran PMI sebagai jubir Pemerintah. PMI bisa menyebar luaskan ke masyarakat," ujarnya.

Kepada para PMI, Benny mengingatkan, pekerja migran merupakan penyumbang devisa terbesar kedua bagi Indonesia setelah sektor migas. Karena itu, menurutnya para PMI tidak boleh dianggap remeh lagi karena perannya sangat besar bagi negara. "Negara berupaya memperkuat kehadirannya bagi para pahlawan devisa dengan memberikan segala fasilitas," tegasnya. 

Baca juga : Sepanjang 2022, Pertamina EP Lakukan Pengeboran Intensif Dukung Ketahanan Energi Nasional

Di samping itu, BP2MI juga siap memerangi para sindikat PMI ilegal yang secara nyata merugikan para PMI. "Kita perangi dan kita tempur di lapangan dengan mereka," tekan dia. 

Benny  menyampaikan, sesuai dengan momentum Hari Pekerja Migran Internasional (HPMI) yang jatuh pada 18 Desember 2022, BP2MI mendorong kesadaran untuk "Stop Human Trafficking". 

"Di tengah negara yang terus melakukan perbaikan tata kelola penempatan, perlindungan, dan terus melakukan perbaikan regulasi yang dilahirkan dan berbagai fasilitas istimewa disediakan untuk pekerja migran, kita diganggu terus oleh para sindikat dan mafia. Nah ini perdagangan manusia yang tidak boleh ditolerir, harus terus diperangi," jelas mantan anggota DPD itu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.