Dark/Light Mode

Tahun Ini, PDB Pertanian Tumbuh Lampaui Target

Kamis, 8 Agustus 2019 14:13 WIB
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, saat melepas ekspor, di Pelabuhan Tanjung Priok belum lama ini. (Foto: Humas Kementan)
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, saat melepas ekspor, di Pelabuhan Tanjung Priok belum lama ini. (Foto: Humas Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis nilai Pendapatan Domestik Bruto (PDB) pertanian yang mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan ini bahkan berlangsung sejak empat setengah tahun terakhir. Catatan 2017 dan 2018 misalnya, PDB saat itu nyatanya tumbuh sebesar 3,7 persen atau melampaui target yang ditetapkan, yakni sebesar 3,5 persen.

"Kenaikan juga terjadi pada awal tahun 2019 triwulan II, PDB sektor pertanian tumbuh sebesar 5,41 persen tanpa kehutanan dan perikanan. Angka ini juga lebih tinggi dari pertumbuhan triwulan II tahun 2017 dan 2018 yang tumbuh masing-masing 3,00 persen dan 5,01 persen," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kementan Ketut Kariyasa, Kamis (8/8).

"Peningkatan tahun ini meliputi semua PDB subsektor seperti tanaman pangan yang tumbuh 5,13 persen, hortikultura 6,11 persen, perkebunan 4,45 persen, dan peternakan 7,78 persen," katanya.

Baca juga : Arahan Jokowi Cegah Karhutla: Jangan Tunggu Api Besar

Ketut mengatakan bahwa pertumbuhan di triwulan II tahun-tahun sebelumnya menunjukkan kinerja sektor pertanian berjalan dengan baik. Terlebih pada bagian subsektor tanaman pangan yang secara tidak langsung berdampak pada sisi produksi dan ketersediaan pangan dalam negeri.

"Membaiknya kinerja dan pertumbuhan PDB sektor pertanian pada triwulan II ini menyebabkan kontribusi PDB sektor pertanian terhadap PDB nasional membaik dan menduduki urutan kedua dibawah Sektor Industri, dan atas perdagangan, kontruksi serta pertambangan," katanya.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, mengatakan semua peningkatan yang dicapai ini tidak terlepas dari keberhasilan Pemerintah dalam meningkatkan produksi pertanian dengan program dan kebijakan yang tepat dan terukur. "Pada Subsektor Tanaman Pangan, program terobosan UPSUS Pajale mampu meningkatkan produksi padi dan jagung secara signifikan," katanya.

Baca juga : 2019, Kementan Bertekad Lampaui Target Ekspor Hortikultura

Dalam Subsektor Hortikultura, Pemerintah juga terus mendorong peningkatan produksi hortikultura melalui bantuan benih unggul dan kebijakan pengendalian impor. "Pada subsektor peternakan, kami memacu peningkatan produksi dan populasi ternak sapi dan kerbau melalui program Upsus SIWAB (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) sehingga mampu meningkatkan populasi ternak hampir 3,8 juta ekor," katanya.

Di samping itu, Kementan juga menyiapkan program terobosan jangka panjang selama 5 tahun ke depan. Program itu ialah Bun500 untuk penyediaan sebanyak 500 juta batang benih unggul perkebunan. "Semua upaya ini untuk meningkatkan produktivitas perkebunan menjadi berlipat-lipat," katanya.

Kuntoro menambahkan, program dan kebijakan pembangunan pertanian saat ini secara tidak langsung juga mampu mendongkrak dan berkontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi nasional. Rentetan catatan kenaikan ini bisa dilihat dari periode 2013-2017, yang akumulasi tambahan nilai PDB mampu mencapai Rp 1.375 triliun atau naik 47 persen.

Baca juga : Jelang Idul Adha 2019, Pertamina Optimalkan Distribusi LPG di Jatim

"Selain tumbuh positif, peran sektor pertanian dalam pertumbuhan ekonomi nasional juga semakin penting dan strategis. Ini terlihat dari kontribusinya yang semakin meningkat. Sektor pertanian menjadi semakin penting karena turut berperan pada terkendalinya inflasi dan penurunan jumlah penduduk miskin," tukasnya. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.