Dark/Light Mode

Menkes Umumkan Kemunculan Subvarian BF.7, Total Kasusnya Ada 15

Kamis, 29 Desember 2022 16:06 WIB
Menkes Umumkan Kemunculan Subvarian BF.7, Total Kasusnya Ada 15

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengumumkan, subvarian baru Omicron yang berlabel BA.5.2.1.7 atau BF.7 sudah masuk ke Indonesia.

"Varian BF.7 ini sudah kita lihat di Indonesia. Total, ada 15 kasus," kata Menkes kepada wartawan, usai meresmikan fasilitas di RSAB Harapan Kita, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (29/12).

Dilihat dari Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID), BF.7 yang kini menghebohkan China, bukan pertama kali muncul di Negeri Tirai Bambu.

Baca juga : Yang Ketangkap Satu, Kemungkinan Yang Lain Modusnya Sama

Turunan Omicron yang bisa menghindar dari jerat imunitas ini, hadir pertama kali di Rusia.

Di China, kasus ini merajalela karena mereka belum punya imunitas kelompok yang solid. Mengingat selama ini China menerapkan kebijakan zero Covid.

Dibanding varian lainnya seperti BA.1 dan BA.2, varian BF.7 dilaporkan memiliki kemampuan infeksi yang paling kuat dengan masa inkubasi yang pendek. Serta tingkat penularan yang lebih cepat.

Baca juga : Indonesia Tunjukkan Kemampuan Industri Lokal Di ADIPEC 2022

Dengan angka indeks penularan R0 antara 10 hingga 18,6, satu orang yang terinfeksi varian BF.7 akan menularkan virus ke rata-rata 10 hingga 18,6 orang lainnya.

Sementara rata-rata R0 varian Omicron lainnya, hanya 5,08.

BF.7 juga disebut mampu menembus imunitas orang yang telah memiliki kekebalan alami akibat pernah terinfeksi Covid, atau kekebalan akibat vaksin. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.