Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Usai Bentrokan Maut Pekerja GNI, Mahfud Pastikan Situasi Morowali Kondusif

Selasa, 17 Januari 2023 23:09 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto: Istimewa)
Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memastikan situasi di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng) kondusif usai bentrokan maut antara tenaga kerja di PT Gunbuster Nickel Industri (GNI), Sabtu (14/1) lalu.

Dia mengimbau masyarakat tenang dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Baca juga : Mahfud-RR Dikipasin Netizen

"Pemerintah berharap agar seluruh masyarakat tenang dan kembali ke kehidupan normal seperti biasa. Karena saat ini, saat saya menyampaikan pernyataan dan imbauan ini, situasi di Morowali sudah kondusif," kata Mahfud dalam keterangan video yang diterima RM.id, Senin (16/1) malam.

Mahfud mengatakan, aparat bersama pemerintah daerah dan PT GNI terus mencari dan mengusut peristiwa tersebut. Mahfud menyebut, saat ini aparat mempelajari latar belakang bentrok itu.

Baca juga : Tahun Politik, Menag Instruksikan Jajaran Jaga Kondusivitas

Ditegaskan, berdasarkan konstitusi, setiap warga negara berhak mendapat pekerjaan yang layak dengan perlakuan yang adil.

"Oleh sebab itu, perusahaan hendaknya menyikapi setiap tuntutan pekerja dengan arif. Semestinya para pekerja harus bisa menyampaikan aspirasi dan menuntut hak-haknya secara proporsional sesuai peraturan perundang-undangan," katanya.

Baca juga : Nataru, Kementerian ESDM Pastikan Pasokan Listrik Jamali Aman

Pemerintah, kata Mahfud, akan menjamin hak-hak pekerja sesuai dengan ketentuan konstitusi. Selain itu, PT GNI diimbau bersikap terbuka sehingga pemerintah dapat memperoleh data tentang semua tenaga kerja dan pelaksanaan pengamanan di lingkungan perusahaan tersebut.

"Perusahaan harus lebih profesional dalam menjamin terjadinya kerja-kerja yang kondusif agar tidak terjadi kembali bentrok antar kelompok-kelompok pekerja," katanya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.