Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja Bidang II melakukan sosialisasi konvergensi pencegahan stunting di Desa Pengotan, Bangli, Bali.
Kegiatan ini dilakukan atas kerja sama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) sebagai upaya menurunkan angka stunting di desa-desa.
"Kami kerja sama dengan Kemendes PDTT, KSP, untuk bersinergi ke desa-desa yang rawan stunting supaya masyarakat lebih semangat, lebih mau datang ke tempat pelatihan," ujar Sri Mega Darmi Sandjojo di sela kunjungannya ke Desa Pengotan Kamis (22/8).
Baca juga : Pertamina Operasikan BBM Satu Harga Di Nias
Istri dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yang juga akrab disapa Riri ini mengatakan, sosialisasi ini dalam upaya menurunkan angka stunting di desa-desa yang dinilai masih cukup tinggi.
"Tujuannya supaya kader-kader Posyandu bisa mengedukasi masyarakat sehingga membantu mengurangi angka stunting. Saat ini masih tinggi, padahal kan itu usia-usia yang 15-17tahun lagi sudah sekitar 20 tahun, hilang 30 persen kelompok pekerja kita, berarti 30 persen penduduk Indonesia kehilangan pekerjaan, tidak ada yang mengisi sumber daya manusianya," terangnya
Dengan melihat kondisi tersebut, pencegahan stunting menurutnya program prioritas pemerintah. Dalam pengalamannya memberikan sosialisasi pencegahan stunting ke desa-desa ia mengisahkan kunjungannya ke beberapa desa yang rawan stunting menempuh jarak yang jauh. Tapi menurutnya, menjadi pengalaman berharga karena bisa bertemu langsung masyarakat desa.
Baca juga : Kemendes Alokasikan Rp 30 Miliar Untuk Usaha Air Minum di Buleleng
"Sebetulnya stunting tidak hanya di desa, tapi ada juga di kota hanya lebih banyak di desa. Pencegahan stunting bisa dilakukan secara ringan melalui pola asuh, pola makan, sanitasi. Kami OASE kabinet kerja di sini sebagai penyemangat," terangnya.
Sejalan dengan hal tersebut, I Gusti Ayu Bintang Puspayoga yang merupakan pengurus OASE kabinet kerja sekaligus istri dari Menteri Koperasi dan UMKM mengatakan, bahwa Stunting masih cukup tinggi. Menurutnya, Posyandu ujung tombak pencegahan stunting.
Perhatian terhadap PAUD-PAUD seluruh Indonesia karena merupakan pendidikan utama dan pertama pendidikan formal yang diberikan pada anak.
Baca juga : Jaga Kenyamaan Turis Asing, PUPR Kebut Revitalisasi TPA Suwung Bali
"Posyandu adalah ujung tombak pencegahan stunting. Kuncinya di gerakan posyandu. Kalau posyandu ini berjalan dengan baik stunting bisa ditangani. Kami titip anak-anak sehingga menjadi anak berkualitas," pesannya. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya