Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kementan Buka Kawasan Baru Nanas untuk Penuhi Naiknya Permintan Ekspor
Minggu, 1 September 2019 18:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia merupakan negara penghasil nanas terbesar dunia. Data BPS menunjukkan produksi nasional nanas pada 2018 mencapi 1,8 juta ton. Sebagian besar ekspor dalam bentuk olahan dan hanya sebagian kecil segar. Ekspor nanas segar pada 2018 Indonesia sebesar 13.366 ton atau setara kurang lebih Rp 117 miliar. Saat ini Kementerian Pertanian (Kementan) tengah membuka pasar nanas segar ke berbagai negara, di antaranya Amerika Serikat dan China.
Pola hidup sehat dan tren back to nature menyebabkan pergeseran permintaan pasar dunia untuk beralih ke nanas segar ketimbang olahan. Ini peluang emas bagi Indonesia yang memang memiliki potensi produksi sangat besar.
Baca juga : Kementan Kebut Bangun Mekanisasi Pertanian 4.0
Direktur Buah dan Florikultura, Kementan, Liferdi Lukman, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan kawasan korporasi ini. Dirinya menyatakan bahwa Ditjen Hortikultura menyiapkan program grand design pengembangan hortikultura di antaranya nanas. "Diharapkan melalui program tersebut Indonesia dapat mempertahankan posisinya sebagai eksportir nanas no. 1 dunia. Dengan demikian dapat meningkatkan penerimaan devisa negara sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani," tutup Liferdi, di Tangggamus, Minggu (1/9)
Untuk mendukung ekspor, kontrol mutu dan pasokan merupakan kunci penting dalam budidaya buah antioksidan ini. Para petani harus dilatih untuk mengintroduksi sistem agribisnis yang kuat dalam proses tanam. Pihak swasta sebagai off taker menjadi mitra petani untuk menjaga kerja sama bisnis. Perusahaan perlu membina dan mengawal teknologi budidaya agar produksi berstandar ekspor.
Baca juga : Kementan: Ibu Kota Baru Siap Mandiri Buah dan Sayur
Pemerintah bersama perusahaan swasta perlu saling mendukung. Kementan sebagai regulator turut menjembati perusahaan dan petani membentuk kerja sama korporasi. Sebagai contoh, korporasi pisang di Tanggamus - Lampung antara PT. GGP dengan para petani lokal. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya