Dark/Light Mode

Kabupaten Ende Dukung Literasi Dan Transformasi Digital

Sabtu, 13 Mei 2023 09:54 WIB
Pekan Literasi Digital bersama kelompok masyarakat dan komunitas di Graha Ristela, Kabupaten Ende, NTT. (Foto: Dok.Kemenkominfo)
Pekan Literasi Digital bersama kelompok masyarakat dan komunitas di Graha Ristela, Kabupaten Ende, NTT. (Foto: Dok.Kemenkominfo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menyelenggarakan kegiatan Pekan Literasi Digital bersama kelompok masyarakat dan komunitas di Graha Ristela, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (9/5).

Acara ini dihadiri sekitar 1000 peserta secara luring. Pekan Literasi Digital Kabupaten Ende menghadirkan narasumber-narasumber yang ahli di bidangnya untuk meningkatkan kapasitas literasi digital masyarakat umum dalam menggunakan teknologi digital.

Kemenkominfo berkolaborasi dengan sejumlah komunitas dan kelompok masyarakat untuk melakukan literasi kepada masyarakat tentang materi yang didasarkan pada 4 Pilar Utama Literasi Digital, yaitu kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital.

Pekan Literasi Digital Kabupaten Ende dibuka oleh sambutan dari Plt. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Ende, Supriyanto yang menyampaikan bahwa tantangan masyarakat modern saat ini adalah penggunaan internet yang tidak terkontrol.

Baca juga : BCA Dukung Inklusi Keuangan Digital Di FEKDI 2023

Menurutnya, dengan tumbuh besarnya penggunaan teknologi digital, juga membuka ruang penyalahgunaan teknologi dan komunikasi serta internet.

“Oleh karena itu, pemerintah harus berkolaborasi dengan masyarakat untuk membekali dan memberitahukan etika serta nilai-nilai kebenaran tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan menghilangkan kebiasaan negatif dari pengaruh penyebaran informasi yang bersifat pribadi di media sosial,” ujar Supriyanto dalam keterangannya, Jumat (12/5)

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi workshop yang berjudul “Literasi Digital untuk Mendukung Transformasi Digital”.

Pada sesi ini, materi pertama dibawakan oleh Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Flores, Dr. Laurentius D. Gadi Djou menjelaskan tentang pentingnya literasi digital untuk mendukung transformasi digital dari sudut pandang akademisi.

Baca juga : Pemanfaatan Ruang Digital Dukung Tugas Dan Fungsi Satpol PP Linmas

Menurutnya, masyarakat Indonesia telah berada pada era digital yang membuat pergeseran pola pikir, pola sikap dan pola tindak dalam mengakses dan mendistribusikan informasi.

“Kita tahu sekarang itu dengan adanya digitalisasi akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari berbagai hal yang sebelumnya membutuhkan waktu atau usaha lebih untuk bisa mendapatkannya," ujar Laurentius.

Dalam kesempatan yang sama, Founder Istana Sehat, Ferdianus Rega menyampaikan paparannya dalam penjelasan materi tentang digitalisasi UMKM.

Menurutnya digitalisasi UMKM telah menjadi suatu kebutuhan sekaligus menjadi salah satu solusi sarana penjualan bagi pelaku UMKM Indonesia.

Baca juga : Fuso Dukung Pengembangan Industri Rantai Dingin

“Di era digitalisasi ini, pola penjualan secara digital menjadi suatu pemecahan masalah sekaligus keuntungan bagi UMKM untuk tetap bertahan hidup dan membantu pertumbuhan perekonomian Indonesia pada saat masa pandemi Covid-19 lalu,” tegas Ferdianus.

Sementara itu Kepala Desa dan Co-Founder Remaja Mandiri Community (RMC) Detusoko, Fernando Watu memaparkan materi tentang membangun Indonesia dari desa digital. Fernando menjelaskan mengenai hal-hal apa saja yang bisa diangkat menjadi konten untuk mempromosikan desa digital.

“Dalam bicara digital pasti tidak akan lepas dari konten atau isi, caranya agar tau isi kontennya yaitu kita harus tahu potensi desa kita itu apa, isu-isu yang sedang terjadi di desa itu," pungkas Fernandes. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.