Dark/Light Mode

Di Sesi Kerja Mitra G7

Jokowi Tegaskan Pentingnya Kesetaraan, Kolaborasi Dan Kerja Sama Global

Sabtu, 20 Mei 2023 20:39 WIB
Presiden Jokow (kedua kanan)i saat menghadiri Sesi Kerja Mitra G7 di Grand Prince Hotel Hiroshima, Jepang,  Sabtu (20/5). (Foto: Setpres)
Presiden Jokow (kedua kanan)i saat menghadiri Sesi Kerja Mitra G7 di Grand Prince Hotel Hiroshima, Jepang, Sabtu (20/5). (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi mendorong kesetaraan, kolaborasi, dan inklusivitas dalam kerja sama global saat menghadiri Sesi Kerja Mitra G7 yang digelar di Grand Prince Hotel Hiroshima, Jepang, Sabtu (20/5).

Dalam sesi yang membahas berbagai persoalan global tersebut, Jokowi membawa pesan dari global south.

Working together means equality. Working together means inclusiveness, and we can only work together if we understand each other,” ujar Jokowi.

“Namun yang jadi pertanyaan, apakah equality, inclusiveness, dan understanding sudah jadi spirit bersama yang kita kembangkan? Kita harus berani berkata jujur, banyak hal harus kita perbaiki,” tegasnya.

Baca juga : Kapolri Ungkap Peran Penting Soliditas Dan Sinergitas Hadapi Persoalan Bangsa

Lebih lanjut, Jokowi menjelaskan bahwa pandemi telah mengajarkan dunia tentang pentingnya melibatkan lebih banyak negara dalam rantai pasok global. Untuk itu, Jokowi menyerukan penghentian kebijakan monopoli.

“Kebijakan diskriminatif terhadap komoditas negara berkembang juga harus dihentikan. Right to development setiap negara harus dihormati,” tegas Jokowi.

Jokowi menjelaskan, saat ini sudah bukan zamannya lagi negara-negara global south hanya diberi ruang sebagai pengekspor komoditas bahan mentah karena dunia sudah tidak berada pada masa kolonialisme.

“Apakah adil negara kaya SDA seperti Indonesia dihalangi menikmati nilai tambah SDA-nya? Dihalangi mengolah SDA-nya di dalam negeri?” ungkapnya.

Baca juga : Pengamat: Gagasan Jokowisme Beririsan Dengan Kedekatan Gibran Dan PSI

Ia juga menegaskan bahwa lebih dari 270 juta penduduk Indonesia yang menjadi jangkar perdamaian, demokrasi, dan ekonomi di kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik harus sejahtera.

Karena itu, Indonesia tidak menutup diri, melainkan bekerja keras untuk meningkatkan kerja sama dalam bentuk lain yang lebih setara dan dengan hasil win-win bagi semua.

“Saya berharap negara G7 dapat jadi mitra dalam hilirisasi industri ini dan sudah saatnya membentuk semacam OPEC untuk produk lain seperti nikel dan sawit,” ucapnya.

Di akhir pidatonya, Jokowi kembali menegaskan ajakan untuk kolaborasi dan menyoroti peran besar G7 dalam hal tersebut.

Baca juga : Bamsoet Tegaskan, Pembangunan IKN Nusantara Tetap Berjalan

Menurutnya, yang dunia butuhkan saat ini bukanlah polarisasi.

“Saya ingin tegaskan yang dunia butuhkan saat ini bukan polarisasi yang memecah belah, tapi justru kolaborasi negara G7 dalam menciptakan kolaborasi yang konkret dan setara,” pungkas Jokowi. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.