Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Percepat Kemajuan Desa, Perlu Tambahan Anggaran Dana Desa

Minggu, 21 Mei 2023 23:57 WIB
Foto: Kemendes PDTT.
Foto: Kemendes PDTT.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengajak desa di Malang Raya untuk menjadi smart village.

Perlu tambahan anggaran untuk mempercepat oembangunan dan peningkatan kesejahteraan di desa. Hal itu dikatakan Kepala Badan Pengembangan dan Informasi (BPI) Ivanovich Agusta, dalam sosialisasi desa cerdas, di Universitas Islam Malang (Unisma), Malang, Jawa Timur, Minggu (21/5).

“Dari data ada 3378 desa yang ada sinyal, api internetnya kurang. Kemudian 2881 desa tidak ada internet ini terutama di wilayah sangat pelosok di wilayah kepulauan dan sebagainya. Maka jelas dibutuhkan peningkatan dana desa dari dari 1 Miliar per tahun menjadi 5 Miliar per tahun,” ujar Ivan.

Baca juga : Jaga Cita Rasa Indonesia, PPIH Beri Pembekalan Juru Masak Daker Madinah

Anak buah Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar ini juga menyebut, usulan dana desa masuk akal dan rasional.

Lazimnya di Indonesia ada rancangan yang sangat teratur dan pola tertentu yang mengacu pada beberapa kajian jika ada dukungan dari tokoh, kebijakan tersebut akan cepat terwujud. Saat ini, ada 20.000 desa maju dan 6.000 desa mandiri.

"Ini momentum kuat bagi desa untuk masuknya teknologi informasi atau internet. Contohnya beberapa desa di Jawa Timur ada yang sudah membuat aplikasi untuk memunculkan pupuk tanaman, kemudian membuat aplikasi ojek online,” jelasnya.

Baca juga : Dear Kepala Desa, Simak 3 Tips Dari Gus Muhaimin Agar Dana Desa Makin Efektif

Untuk membangun infrastruktur internet rata-rata menghabiskan Rp 16 miliar tiap tahun. Dana desa digunakan untuk membuat tower, membuat jaringan dan infrastruktur internet.

Desa-desa juga mengembangkan aplikasi dan membayar aplikasi tahunan sampai Rp 10 triliun tiap tahun.

“Jika dana jadi Rp 5 miliar maka kita punya harapan SDGs desa sebelum tahun 2023 bisa tercapai. Karena dari desa maju menuju mandiri itu sedikit lagi, jadi dengan anggaran 5 Miliar akan banyak desa menjadi mandiri,” imbuh pria yang hobi membaca buku ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.