Dark/Light Mode

Kemenperin Kerek Pengembangan Industri Kimia

Rabu, 24 Mei 2023 19:29 WIB
Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian Ignatius Warsito. (Foto: Ist)
Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian Ignatius Warsito. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengembangkan industri kimia sebagai industri strategis yang berperan penting dalam pembangunan nasional.

Industri kimia merupakan modal dasar bagi pengembangan industri di hilirnya, seperti industri makanan dan minuman, serat kain, tekstil, kemasan, barang plastik, elektronika, otomotif, hingga obat-obatan. Keberhasilan pembangunan industri nasional salah satunya sangat dipengaruhi oleh profil industri kimia.

Begitu kata Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian Ignatius Warsito dalam keterangannya, Rabu (24/5).

Baca juga : Pemerintah Pusat Bantu Perbaiki Jalan Rusak Di Riau

Menurut dia, sebagai pemasok bahan baku untuk industri hilir, sektor industri kimia diharapkan memiliki kapasitas yang memadai dan memiliki performa yang baik dan stabil di setiap saat. “Hal inilah yang mendorong pemerintah untuk terus memperkuat industri kimia melalui peningkatan kapasitas produksi serta melengkapi struktur pohon industri demi menjamin pemenuhan kebutuhan bahan baku industri,” ujarnya.

Pentingnya industri kimia ditunjukkan dari besarnya kontribusi dalam Produk Domestik Bruto (PDB). Pada 2022, industri kimia merupakan kontributor terbesar ketiga terhadap sektor industri pengolahan nonmigas. Hal ini menunjukkan bahwa bahan-bahan kimia merupakan komoditas yang sangat strategis dan sangat menentukan arah kebijakan pemerintah, terutama di bidang ekonomi.

Untuk itu, Kemenperin memberikan apresiasi kepada PT. Nippon Shokubai Indonesia (PT. NSI) atas perluasan investasi yang dilakukan. PT. NSI menjadi satu-satunya perusahaan di Indonesia dan Asia Tenggara yang memproduksi Acrylic Acid dan Acrylic Esters, sekaligus merupakan produsen Superabsorbent Polymer (SAP) pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Baca juga : Kemenpora Minta Atlet Fokus Asian Games Dan Olimpiade

Acrylic Acid dan Acrylic Esters merupakan bahan kimia intermediate yang pemanfaatannya sangat luas, antara lain untuk bahan baku pada industri emulsi, polimer dan resin, akrilik fiber, dan poliolefin kopolimer. Sedangkan SAP digunakan sebagai absorbent material pada disposable baby diapers atau popok sekali pakai. 

Nippon Shokubai Group memiliki 20 persen pangsa pasar dunia untuk produk SAP. Sehingga menjadikan Nippon Shokubai Group sebagai pemasok terbesar SAP di dunia.

Investasi proyek Acrylic Acid PT. NSI tahap ketiga di Cilegon, Banten menunjukkan bahwa potensi pengembangan industri kimia intermediate sangat besar. Dengan penambahan kapasitas produk Acrylic Acid sebesar 100 ribu ton/tahun, total kapasitas Acrylic Acid PT Nippon Shokubai Indonesia menjadi 240 ribu ton/tahun. 

Baca juga : Bamsoet Puji Pengusaha Korea Dukung Pengembangan Mahasiswa UNPERBA

Penambahan kapasitas produksi ini berkontribusi menjaga pasokan dalam negeri sebagai antisipasi meningkatnya permintaan Acrylic Acid domestik, sekaligus menambah potensi pasar ekspor.  

Dengan total nilai investasi sebesar 693 juta dolar AS hingga saat ini, PT. NSI telah mampu menyerap tenaga kerja terampil dan membuka peluang lapangan pekerjaan baru. “Kami sangat menghargai dan mengapresiasi investasi perluasan pabrik Acrylic Acid yang dilakukan oleh PT NSI yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19, tetapi akhirnya berhasil dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.

Dia menambahkan, Kemenperin akan terus berupaya menciptakan iklim usaha industri yang baik, menguntungkan, dan berkesinambungan melalui berbagai kebijakan sehingga investasi dapat terus bertumbuh dan kekuatan ekonomi Indonesia menjadi semakin kokoh.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.