Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
“Terkait dengan tingginya kematian bukan hanya satu faktor, tapi ada beberapa faktor. Selain faktor komorbid jemaah itu sendiri, terkait juga aktivitas fisik yang dilakukan jemaah, “ jelas Kasie Kesehatan Daker Mekah, dr Andi Ardjuna.
Pasien dengan komorbid yang dibawa dari Tanah Air menjadi faktor yang mendapatkan perhatian. Oleh karena itu, pihaknya melakukan antisipasi-antisipasi dengan pemeriksaan kembali para jemaah yang memiliki komorbid.
Baca juga : 112 Jemaah Meninggal Saat Fase Puncak Haji
Mendengar banyak jemaah yang wafat di Tanah Suci, warganet mendoakan. “Innalillahi wainnailaihi rojiun. Semoga Allah SWT merahmati jemaah haji semuanya. Baik yang telah meninggal dan yang masih hidup,” doa @tommyAjahh. “Alfatiha,” ucap @adc1489. “Husnul khotimah dan pahala haji mabrur, insyallah,” kata @AkuAtikaFaya.
Menag Ketemu Menteri Haji Saudi
Baca juga : 50 Jemaah RI Meninggal Saat Puncak Haji, Paling Banyak Karena Penyakit Jantung
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menemui Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Taufiq F Al Rabia untuk melaporkan banyaknya masalah yang dihadapi jemaah Indonesia selama beribadah haji, khususnya saat di Muzdalifah dan Mina.
“Layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina sepenuhnya menjadi tanggung jawab Mashariq dan pihak Saudi. Karena itu, Menag menyampaikan sejumlah masalah yang muncul kepada Menteri Haji Saudi,” ujar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, Minggu (2/7)
Baca juga : Pemerintah Fasilitasi 242 Jemaah Sakit Jalankan Safari Wukuf
Hilman mengatakan, Menteri Haji Taufiq sudah mendengar sejumlah persoalan yang dialami jemaah haji Indonesia. Mereka berjanji akan melakukan perbaikan-perbaikan dan tidak akan membiarkan hal itu terjadi kembali.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya