Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang dipasarkan Pemerintah sukses membantu keberhasilan pembangunan beberapa proyek di Kalimantan Timur (Kaltim). Salah satunya Gedung Prasarana Perkuliahan di Politeknik Negeri Balikpapan dengan nilai alokasi Rp 65 miliar.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara saat mengunjungi Balikpapan, Kaltim, Jumat (14/7).
Dari dana tersebut, pada 2021 juga telah dibangun sarana dan prasarana gedung Workshop Prodi D-IV Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan Jurusan Teknik Sipil. Selanjutnya, pada tahun anggaran 2023 untuk Politeknik Negeri Balikpapan juga kembali dialokasikan pembiayaan melalui SBSN dalam APBN sebesar Rp 70,4 miliar untuk pembangunan Gedung Workshop Jurusan Teknik Mesin beserta Peralatan di dalamnya dan Penataan Kawasan Kampus seperti lahan parkir.
Baca juga : Waka BPIP: Pancasila Jadi Acuan Pembentukan Perda
Dalam kunjungan tersebut, Suahasil juga memimpin prosesi groundbreaking proyek yang dibiayai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) berupa Pembangunan Gedung Workshop Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Balikpapan, dan dilanjutkan dengan melakukan inspeksi pembangunan proyek SBSN Jembatan Pulau Balang.
Hari Minggu nanti, Wamenkeu juga akan memimpin prosesi groundbreaking dan penandaan aset SBSN Proyek Asrama Haji Balikpapan. Selain itu, pembangunan Jembatan Pulau Balang juga menjadi bagian dari dukungan SBSN untuk pembangunan Ibu Kota Baru.
“Jembatan ini, lanjut Suahasil, menghubungkan Balikpapan dengan IKN baru di Penajam Paser Utara (PPU) melintasi Teluk Balikpapan,” ujarnya.
Baca juga : Bamsoet Ajak Badan Kajian Strategis HIPMI Kembangkan UMKM
Jembatan tersebut juga memangkas waktu tempuh Balikpapan-PPU dari 3-4 jam menjadi hanya 1 jam. Jembatan ini merupakan jembatan terpanjang kedua di Indonesia setelah Jembatan Suramadu, memiliki bentang utama sepanjang 804 meter, jembatan pendekat 167 meter, panjang antar pilon 402 meter, dan lebar 22,4 meter yang mencakup jalan 4 lajur.
Jembatan Pulau Balang dibiayai melalui APBN dengan sumber dana SBSN secara MYC tahun 2015-2021 dengan total alokasi Rp 1,43 triliun. Progres total pembangunan Jembatan Balang (beserta akses jalan) telah mencapai 97 persen," tegas Suahasil.
"Pembiayaan proyek melalui SBSN merupakan sinergi kebijakan di antara Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan Kementerian/Lembaga (K/L) untuk membiayai proyek-proyek atau kegiatan prioritas," tegas Suahasil.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya