Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Wamenhan: Pembangunan RS Abdurachman Saleh Bentuk Kemanunggalan TNI Dan Rakyat

Rabu, 2 Agustus 2023 23:27 WIB
Wakil Menteri Pertahanan Wamenhan M. Herindra saat memberi sambutan acara Groundbreaking Rumah Sakit Khusus Infeksi Angkatan Udara di Wisma Aldiron, Jakarta, Rabu (2/8). (Foto: Danu Arifianto/Rakyat Merdeka)
Wakil Menteri Pertahanan Wamenhan M. Herindra saat memberi sambutan acara Groundbreaking Rumah Sakit Khusus Infeksi Angkatan Udara di Wisma Aldiron, Jakarta, Rabu (2/8). (Foto: Danu Arifianto/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) M. Herindra menghadiri acara Ground Breaking Rumah Sakit Khusus Infeksi Angkatan Udara, di Wisma Aldiron, Jakarta, Rabu (2/8).

Dia didampingi Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Madya TNI Agustinus Gustaf Brugman.

Dalam sambutannya, M. Herindra, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pembangunan RS Infectious TNI AU.

Baca juga : Pakar Siber: Banyak Kebocoran Data, Ancaman Serius Bagi Negara Dan Masyarakat

Pembangunan ini menurutnya merupakan upaya strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan nasional bidang kesehatan.

“Kehadiran Rumah Sakit ini merupakan simbol nyata bahwa TNI selalu bergerak maju dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Ini juga bentuk kemanunggalan TNI dan rakyat,” katanya.

Dijelaskannya, pembangunan Rumah Sakit Khusus Infeksi bernama Rumah Sakit Khusus Infeksi Prof. dr. Abdurachman Saleh ini dilaksanakan melalui program soft loan dari Pemerintah Austria melalui AME International GmbH, Austria.

Baca juga : Wapres Tegaskan Pembangunan Di Tanah Papua Untuk Orang Papua

"Untuk pembangunan fase pertama dimulai hari ini sampai selesai. Disini akan ada 100 bed, kemudian apabila selesai dilanjutkan tahap berikutnya, yang tentunya tergantung dari ketersediaan anggaran," tuturnya. 

"Untuk nilai soft loannya sebesar 55 juta Usd dan itu dibayar 36 tahun. Itu sangat ringan. Soft loan hanya 0,15 persen," imbuhnya.

Deputy of Head Mission PT AME Austria Mr. Philip Rossl berharap kerjasama ini dapat semakin meningkatkan hubungan antara pemerintah Indonesia dan Austria melalui program soft loan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.