Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Belanda Perkuat Kerja Sama Maritim, Ini 3 Isu Yang Dibahas Dengan Kemenko Marves

Senin, 16 Oktober 2023 20:38 WIB
Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Jodi Mahardi saat bicara di 5th Bilateral Maritime Forum BMF RI-Belanda, Jakarta, Senin (16/10). (Foto: Kemenko Marves)
Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Jodi Mahardi saat bicara di 5th Bilateral Maritime Forum BMF RI-Belanda, Jakarta, Senin (16/10). (Foto: Kemenko Marves)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menggelar 5th Bilateral Maritime Forum (BMF) RI-Belanda, Senin (16/10). Pertemuan ini digelar dalam rangka memerkuat kerja sama antara Indonesia - Belanda dalam bidang maritim.

Pertemuan yang dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Jodi Mahardi, membahas 3 (tiga) isu penting yaitu pertama, Sustainable Port Development and Renewable Maritime Energy, kedua; Sustainable Shipbuilding dan ketiga Maritime Education.

"BMF hari ini bertujuan untuk memastikan bahwa dialog ini akan memperkuat manfaat bersama bagi kedua negara yakni Indonesia-Belanda," kata Deputi Jodi membuka acara.

Dalam kesempatan itu, Deputi Jodi memaparkan Sustainable Port Development and Renewable Maritime Energy atau pengembangan pelabuhan berkelanjutan dan energi maritim terbarukan.

Menurutnya, pemerintah Indonesia sangat tertarik untuk memajukan infrastruktur dan teknologi sumber energi terbarukan seperti tenaga pasang surut dan angin, serta energi hidrogen.

Baca juga : BNI dan UKI Teken Kerja Sama Program Ekosistem Keuangan Perguruan Tinggi

"Untuk pengembangan pelabuhan, tujuan kami mencakup transportasi kelas dunia, peningkatan ekosistem logistik, dan peningkatan rantai pasokan, sekaligus menjaga lingkungan, sehingga pembangunan infrastruktur dan teknologi berjalan beriringan," ujarnya.

Ia melanjutkan, bahwa potensi dampak kerja sama pembuatan kapal dengan Belanda sangat besar. Apalagi mengingat tenaga kerja terampil Indonesia dalam lanskap teknologi telah berkembang pesat. 

"Oleh sebab itu, kolaborasi seperti ini dapat meningkatkan kehebatan industri kapal kita," tambahnya.

Kemitraan ini juga menghadirkan peluang investasi yang bermanfaat bagi kedua negara. Untuk Indonesia sendiri, peningkatan pembangunan kapal dapat mendorong pertumbuhan di wilayah Indonesia yang saat ini kurang terlayani dalam infrastruktur maritim.

"Kolaborasi kita telah menghasilkan kapal Mini LNG, Draggers, dan kapal perang Angkatan Laut, dan masih banyak lagi. Dengan pendanaan yang tepat, kami siap untuk memperkuat upaya kolaboratif kami, dan dalam hal ini Indonesia mendesak Belanda untuk melakukan peningkatan lebih lanjut," ungkap Jodi.

Baca juga : J Trust Bank Teken Kerja Sama Garap Proyek Crowne Plaza Di Labuan Bajo

Sejalan dengan kemajuan teknologi dan tujuan energi berkelanjutan, lanjut Deputi Jodi, maritime education (pendidikan maritim) juga tak kalah pentingnya.

Beberapa usaha telah dilakukan Indonesia dalam hal pendidikan maritim seperti di antaranya melalui program kolaboratif, pertukaran pelajar, beasiswa, dan magang.

Selain 3 isu tersebut, dalam acara hari ini juga dilaksanakan penandatanganan kemitraan mengenai pengelolaan perikanan antara Ekofish Belanda dengan PT Cilacap Samudera Fishing Industry dan PT Inti Mas Surya.

"Di bidang perikanan, Ekofish dan Sekretariat BMF Belanda siap berkolaborasi dengan Indonesia untuk tata kelola perikanan berkelanjutan. Upaya sebelumnya antara lain kunjungan ke Pelabuhan Perikanan Karangantu dan Nizam Zachman," ujarnya.

Mengenai pertemuan ini, Deputi Jodi yakin akan menghasilkan sesuatu yang dapat ditindaklanjuti. Penerapan visi bersama memerlukan indikator dan jadwal yang terukur, yang memastikan peningkatan kualitas perdagangan, teknologi, dan sumber daya manusia.

Baca juga : Mantan Dirjen IKFT Masuk Tahanan Lagi

"Jelas sekali bahwa kolaborasi ini mempunyai potensi yang sangat besar dan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara. Sudah waktunya untuk meningkatkan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Belanda di bidang maritim, tidak hanya terbatas pada transportasi dan industri maritim, perikanan dan budidaya perairan, pengolahan makanan, pengelolaan pelabuhan," ujarnya.

Selain menyambut, ia juga mengundang intensifikasi dan diversifikasi lebih lanjut investasi Belanda dalam berbagai proyek investasi konkret di sektor maritim terkait di Indonesia agar semakin memetik manfaat ekonomi bagi kedua negara.

Selain Deputi Jodi, acara ini dihadiri juga oleh beberapa pejabat lainnya seperti di antaranya Director General for Aviation & Maritime Affairs, Ministry of Infastructure and Water Management of the Netherland Brigit Gijbers, Dutch Ambassador for Indonesia Lambert Grijns, CEO of Pelindo Arif Suhartono, dan sebagainya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.