Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
HPS 2019, Kementan Bangun Kesadaran Kelola Pangan Menuju Zero Hunger World
Kamis, 24 Oktober 2019 14:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Setiap tahun, tanggal 16 Oktober, negara anggota Badan Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization) memperingati Hari Pangan Sedunia (World Food Day). Peringatan HPS selalu mengingatkan masyarakat dunia dalam mengelola pangan agar cukup tersedia untuk mengatasi kelaparan dan kurang pangan. Hal ini sesuai dengan tema internasional HPS ke-39 tahun 2019, "Our Actions Are Our Future" agar masyarakat melakukan tindakan menghilangkan kelaparan di dunia alias zero hunger world.
Indonesia akan merayakan HPS-2019 di Kendari, Sulawesi Tenggara, 2-5 November 2019. Acara puncak digelar di Desa Puudambu, Kecamatan Angata, Kabulaten Konawe Selatan. Tema yang diangkat adalah, Teknologi Industri Pertanian dan Pangan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045.
Menjelang puncak HPS-2019, Kementerian Pertanian menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD), Rabu (23/10) di Hotel Aston, Jakarta Selatan. FGD ini bertujuan untuk mensosialisasikan esensi dan kegiatan HPS-2019 dengan nara sumber Dirjen Hortikultura, selaku Ketua Nasional HPS 2019, Prihasto Setyanto, dan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional Winarno Tohir.
Baca juga : Kementan Dorong Penambahan 1 Juta Petani Milenial
Menurut Prihasto, pada HPS 2019, ada 2 komoditas utama yang ditampilkan yaitu produk olahan kakao dan sagu. Indonesia merupakan negara produsen kakao terbesar ketiga di dunia setelah Pantai Gading dan Gana. Tahun 2018 luas areal kakao Indonesia 1,7 juta hektar. Di Sulawesi ada 1 juta hektar dan Sulawesi Tenggara seluas 260 ribu hektar.
Kakao, di samping untuk diekspor, di dalam negeri digunakan untuk berbagai produk olahan makanan dan minuman. Permintaan ekspor dan kebutuhan dalam negeri cukup besar, namun produktivitas kakao Indonesia masih rendah yaitu sekitar 0,8 ton per-hektar, padahal potensi produksi bisa 2,5 ton/ha/tahun.
"Melalui HPS 2019, kita akan gerakan peningkatan produksi dan pengolahan produk kakao melalui industri rumah tangga dan kelompok tani. Industri pengolahan biji kakao menjadi permen coklat akan ditampilkan pada acara puncak HPS 2019 di Desa Puudambu", ungkap Prihasto.
Baca juga : Sultra Tuan Rumah HPS 2019, Kementan Siapkan Kakao dan Sagu jadi Komoditas Andalan
Untuk sagu, telah lama menjadi sumber karbohidrat masyarakat di beberapa wilayah Indonesia, sehingga komoditas ini dapat mengatasi ketahanan pangan nasional. Dengan luas areal sagu 500 ribu hektar, dan tahan terhadap perubahan iklim, Indonesia mempunyai peluang menjadi pelopor dalam modernisasi industri pengolahan sagu. Selain itu, pemanfaatan potensi sagu yang begitu besar akan menguntungkan Indonesia. Oleh sebab itu, menurut Prihasto, untuk pengembangan sagu nasional perlu dukungan dan kerjasama pemerintah, swasta dan masyarakat setempat.
"Melalui HPS, kita juga akan membangun kesadaran masyarakat Indonesia untuk menekan dan mengurangi sisa makanan. Sebab, Indonesia merupakan negara penghasil sampah dari sisa makanan tertinggi di dunia yaitu sekitar 30-40 persen. Ada sekitar 13 juta ton sampah sisa makanan terbuang. Sisa makanan ini, jika tidak dikelola dengan baik akan meningkatkan efek rumah kaca," ungkapnya.
Sebenarnya, jumlah sisa makanan ini bisa memenuhi kebutuhan pangan 28 juta orang yang hidup dalam kemiskinan di Indonesia. Pria yang kerap dipanggil Anton, menyarankan kepada masyarakat agar memasak makanan dalam jumlah yang sesuai kebutuhan dan usahakan untuk tidak menyisakan makanan.
Baca juga : Penanganan Karhutla Palembang Ditangani Secara Terintegrasi
"Di luar negeri seperti di Jerman, restoran-restoran telah mengenakan harga tinggi kepada pelanggan yang menyisakan makanan. Kita juga akan menyarankan kepada pengelola restoran di Indonesia untuk mulai menerapkan sistem denda jika pelanggan/pembeli menyisakan makanan," tandasnya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya