Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kunjungi KKHI Madinah, Menko PMK: Pelayanan Sudah Baik
Senin, 20 Mei 2024 23:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melakukan kunjungan kerja ke Klinik Kesehatan Haji (KKHI) di Madinah, Arab Saudi, Minggu (19/5/2024).
Dalam kunjungannya, Menko PMK didampingi Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman, Asdep Kemenko PMK Nia Reviani, dan staf Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi.
Saat tiba di KKHI, Muhadjir diterima Kepala Bidang Kesehatan dr. Indro Moerwoko, Kepala Seksi Kesehatan dr. Karmijono, dan Kepala KKHI Madinah dr. Achmad Hardin, serta petugas PPIH KKHI Madinah.
Muhadjir meninjau ruang rawat inap perempuan dan menanyai seorang pasien perempuan bernama Masriah (43 tahun).
Kepada Muhadjir, Masriah yang sudah terlihat membaik mengatakan, ia ingin kembali ke kloter.
Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini berpesan kepada Masriah agar tidak terlalu lelah di Arab Saudi.
Baca juga : YPM Tunjuk Eks Pemain Real Madrid Dan Juventus Jadi Pelatih PSBS Biak
“Nggak usah beli oleh-oleh, beli aja di Surabaya banyak,” pesan Muhadjir, seperti keterangan yang diterima RM.id, Senin (20/5/2024).
Selanjutnya, Menko Muhadjir mengunjungi ruang rawat inap pria dan bertanya kepada seorang pasien laki-laki bernama Sadi (76 tahun) dari Yogyakarta.
“Beribadah haji sendiri atau dengan istri?” tanya Menko PMK.
“Dengan istri pak, tapi sudah pikun,” kata Sadi menjawab pertanyaan Menko PMK.
Kemudian, Muhadjir bertanya tentang penyakitnya. Sadi menjelaskan, ia merasa sakit perut dan mual jika perutnya diisi makanan. Selanjutnya, Sadi minta didoakan agar sembuh dari penyakitnya.
Setelah itu, Muhadjir mengunjungi ruang rawat inap psikiatri yang sedang dihuni dua pasien perempuan dan dua pasien laki-laki.
Baca juga : Bung Karno Milik Rakyat Indonesia, PDIP: Itu Sudah Tepat
Kepada petugas, Muhadjir bertanya apakah empat pasien menjalankan ibadah haji dengan pendampingan.
Kepala Seksi Kesehatan dr. Karmijono mengatakan, pasien menjalankan ibadah haji tanpa pendamping.
“Tidak ada pendamping sehingga menyulitkan dalam hal berkomunikasi apalagi jika tidak paham bahasa Indonesia,” ujar Kepala seksi Kesehatan dr. Karmijono.
Pada kesempatan tersebut, Menko PMK berpesan kepada para pasien yang sedang dirawat di KKHI agar tidak memaksakan diri untuk mengejar ibadah sunah.
Ia juga menyarankan agar mereka menjaga kesehatan mengingat ibadah wukuf, yang merupakan puncak dari haji, belum dilaksanakan.
Mengakhiri kunjungannya, Muhadjir juga meninjau ruang UGD yang lumayan sibuk saat itu karena sedang menerima kedatangan pasien yang dirujuk dari sektor.
Baca juga : KSP: KEK Mandalika Mengubah Nasib UMKM Lokal
Muhadjir juga memberikan pujian kepada pelayanan kesehatan di KKHI Madinah.
“Sudah bagus pelayanannya di KKHI Madinah,” pujinya.
Beberapa hal yang menjadi catatan adalah secara umum yang mengalami masalah gangguan jiwa dan mengalami problem kejiwaan adalah lansia dan tidak ada keluarga pendamping.
“Hal itu menjadi catatan khusus supaya untuk haji ke depannya, mereka yang lansia harus ada penanggung jawab sejak awal. Berikutnya juga harus ada kebijakan khusus untuk penyakit jantung,” imbau Muhadjir.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya