Dark/Light Mode

Tahun Ini, Badan Bahasa Targetkan 200 Ribu Lema Dalam KBBI

Sabtu, 15 Juni 2024 10:03 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

 Sebelumnya 
Adapun capaian program ini setiap tahunnya sebagai berikut. Tahun 2021 sebanyak 5 bahasa daerah, tahun 2022 sebanyak 39 bahasa daerah, tahun 2023 sebanyak 72 bahasa daerah, dan tahun 2024 sebanyak 93 bahasa daerah.

Kemudian terkait program ketiga, yakni internasionalisasi bahasa Indonesia, Aminudin menjelaskan, berdasarkan Kongres Bahasa Indonesia Tahun 2018, bahasa Indonesia ditargetkan untuk menjadi bahasa internasional pada tahun 2045.

“Kami melakukan percepatan dengan berbagai langkah, kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, kerja sama dengan pihak-pihak UNESCO, dan melakukan pendekatan dengan negara-negara anggota UNESCO,” ucapnya.

“Akhirnya, pada tanggal 20 November 2023, bahasa Indonesia ditetapkan sebagai salah satu Bahasa resmi di Sidang Umum UNESCO,” imbuh Aminudin.

Baca juga : Astra Land Indonesia dan Sinar Mas Land Resmikan Brand Residensial Terbaru

Aminudin menekankan pentingnya literasi bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, target Badan Bahasa pada tahun 2025 adalah penyediaan buku-buku bahan bacaan untuk jenjang SD kelas 4, 5, 6, dan SMP.

Ditambah buku-buku untuk anak-anak yang masuk kategori berkebutuhan khusus sesuai dengan kebutuhan mereka.

Penyediaan buku bacaan bermutu dengan disertai pelatihan dan pemanfaatan buku tersebut secara baik, dapat menaikkan kompetensi literasi dan numerasi siswa.

Hal tersebut diperkuat dengan hasil kajian dari INOVASI, bahwa pelatihan disertai buku bacaan telah menaikkan nilai literasi siswa sebanyak 8 persen pada kemampuan membaca dan 9 persen pada kemampuan mendengar.

Baca juga : HUT Ke-3, LINE Bank Targetkan Tumbuh Double Digit Tahun Ini

Aminudin juga menyerahkan hasil kerja Badan Bahasa kepada seluruh anggota Komisi X DPR RI, yang diterima langsung oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih dan Hetifah Sjaifudian.

Buku yang diserahkan, di antaranya KBBI Edisi V dan Antologi Cerita Anak ASEAN yang diterjemahkan ke dalam bahasa negara ASEAN sebagai upaya mendukung diplomasi kebahasaan di Indonesia.

Kemudian, Buku Zamrud Khatulistiwa yang merupakan Antologi Cerpen Berbahasa Daerah karya cerpenis muda, peserta kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) dari Sabang sampai Merauke.

Buku tersebut merupakan hasil dari praktik baik upaya pelindungan bahasa daerah yang menjadi program prioritas Badan Bahasa.

Baca juga : Regulasi Soal Pendidikan Profesi Disahkan, KSP Targetkan 800 Ribu Guru Lulus Sertifikasi

Berikutnya, buku bacaan bermutu hasil sayembara penulisan cerita anak yang dikirimkan ke wilayah 3T sebagai upaya penanggulangan darurat literasi di Indonesia.

Serta, tiga edisi Risalah Kebijakan, yaitu edisi-1 Arah Baru Revitalisasi Bahasa Daerah: Menekan Laju Kepunahan Bahasa Daerah di Indonesia.

Kemudian, edisi-2 Bahasa dan Perubahan Iklim: Membangun Kesadaran dan Aksi Nyata untuk Masa Depan Indonesia yang Lebih Baik.

Serta edisi-3: Memperkuat Literasi Indonesia: Menuju Bangsa yang Maju dan Bermartabat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.