Dark/Light Mode

Antisipasi Karhutla Di Sumsel, Airlangga Cek Pasukan Dan Bagikan Modal Usaha

Sabtu, 20 Juli 2024 16:51 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat memberikan arahan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan penyerahan kredit usaha rakyat (KUR) di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (20/7). Foto: Kemenko Perekonomian
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat memberikan arahan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan penyerahan kredit usaha rakyat (KUR) di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (20/7). Foto: Kemenko Perekonomian

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan pentingnya antisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara efektif dan berkesinambungan untuk meminimalisir kerugian ekonomi. 

Hal itu disampaikan Airlangga dalam apel dan simulasi penanganan Karhutla Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2024 di Palembang, Sabtu (20/7).

"Ini bukan hanya sekedar show of force, melainkan mendorong kita untuk mempersiapkan personil yang terampil, kemampuan yang memadai, dan peralatan yang mumpuni," ujar Airlangga.

Baca juga : Joss, Tak Ada Pembatasan Pembelian BBM Subsidi

Seperti diketahui, Sumsel pernah mengalami dampak besar dari karhutla pada tahun 2022 dengan kerugian ekonomi mencapai Rp 42,7 miliar. Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi wilayah dengan kerugian terbesar, yakni Rp 11,4 miliar. 

Menko Airlangga juga mengingatkan arahan Presiden Jokowi mengenai pengendalian karhutla yang melibatkan penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan Business Continuity Management System (BCMS).

Langkah pencegahan dan deteksi dini terhadap karhutla, menurut Airlangga, sangat penting untuk menjaga keselamatan masyarakat dan mengurangi kerugian ekonomi. 

Baca juga : Pendidikan Kok Masih Mahal

Plt. Gubernur Sumatera Selatan, Elen Setiadi, juga mengungkapkan berbagai upaya pencegahan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah, termasuk kampanye pencegahan kebakaran, audit kepatuhan perusahaan, operasi modifikasi cuaca, dan koordinasi dengan Pemerintah Pusat. 

"Beberapa upaya yang akan dilaksanakan antara lain penempatan posko pemadaman darat, pelaksanaan patroli darat dan udara, serta sosialisasi secara terus menerus," ujar Elen.

Setelah apel tersebut, Menko Airlangga juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 18,97 miliar kepada 92 debitur melalui BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BPD Sumsel Babel. Selain itu, dana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sebesar Rp11,2 miliar diberikan kepada 184 pekebun dengan total areal 373,51 hektar. 

Baca juga : Digitalisasi Jadi Peluang Emas Bagi Pengusaha Ultra Mikro

"Program KUR dan PSR diharapkan dapat terus ditingkatkan, dan Sumatera Selatan menjadi salah satu penerima terbesar," tegas Airlangga.

Selain itu, Menko Airlangga juga turut menyaksikan penandatanganan MoU Kerja Sama Pemerintah Daerah Sumatera Selatan dan Pusat Investasi Pemerintah dalam Perluasan Akses Pembiayaan dan Penguatan Pemberdayaan UMKM, serta penandatanganan MoU antara Kemenko Perekonomian, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia Japan Business Network, dan Green Power Development Corps of Japan untuk pengembangan industri Crude Coconut Oil (CCO) menjadi bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. A. Rahmat Wibowo, Deputi I Kemenko Perekonomian Ferry Irawan, Deputi II Kemenko Perekonomian Dida Gardera, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Gubernur Jambi Al Haris, dan Kepala BPDPKS Edy Abdurahman.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.