Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Top! E-Paspor Kini Bisa Diurus Di Tokyo, WNI Jepang Tak Perlu Repot-repot Pulkam
Minggu, 28 Juli 2024 14:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengurusan paspor elektronik atau e-paspor kini semakin dipermudah dengan hadirnya layanan penerbitan e-paspor di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo.
Peluncuran layanan ini ditandai dengan penyerahan simbolis e-paspor pertama kepada Oulaya Nur Shofia, seorang gadis cilik berusia 10 tahun, oleh Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim, pada Jumat (26/7) lalu.
"Hadirnya layanan e-paspor di sini kami harapkan bisa memberi kenyamanan bagi WNI terutama yang tinggal di wilayah akreditasi KBRI Tokyo. Enggak perlu lagi pulang ke Indonesia supaya bisa mendapatkan e-Paspor," ujar Silmy Karim.
Baca juga : RI Dan Jepang Sepakat Genjot Industri Otomotif
KBRI Tokyo menjadi perwakilan Indonesia ketujuh yang melayani penerbitan e-paspor, setelah Singapura, Seoul, Den Haag, Jeddah, Los Angeles, dan Berlin.
Langkah ini merupakan respons atas tingginya animo dan kebutuhan WNI di Jepang akan e-paspor.
Pada tahun 2023, KBRI Tokyo menerbitkan 8.974 paspor, dengan sekitar 110.103 WNI bermukim di wilayah kerja KBRI Tokyo yang mencakup 30 prefektur di enam regional yaitu Hokkaido, Tohoku, Chubu, Kanto, Kansai, Chugoku, Shikoku, dan Kyushu.
Baca juga : Stop Panic Buying, Stok Daging Di Jakarta Jelang Nataru Melimpah
"Setelah seluruh kantor imigrasi di Indonesia sudah 100 persen bisa menerbitkan paspor elektronik Januari lalu, kita merambah ke luar negeri," jelas Silmy.
"Saya mulai dari yang ada atase imigrasinya lebih dahulu. Saya mencatat, selanjutnya Osaka, kemudian KJRI Frankfurt dan Hamburg di Jerman yang akan masuk daftar tunggu perwakilan yang bisa menerbitkan e-paspor," imbuhnya.
Layanan e-paspor ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan data pribadi pemegang paspor dan memudahkan proses imigrasi di berbagai negara yang telah menerapkan sistem serupa.
Baca juga : Uji Materi Batas Usia Capres Dianggap Tidak Mewakili Kepentingan PublikĀ
"Kita ini masuk anggota G20, negara maju. Karena itu penting penduduknya punya mentalitas negara maju. Kita perkuat security paspornya dengan e-paspor, tapi pemegangnya juga harus tertib. Jangan ada yang melanggar, overstay di negara orang," tambah Silmy.
Menurutnya, hal ini ditambah dengan hubungan baik antar negara melalui asas resiprokal akan menjadi daya ungkit peringkat paspor Indonesia di mata dunia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya