Dark/Light Mode

Heboh Banyak Anak Cuci Darah, Menkes: Kurangi Minum Gula

Sabtu, 3 Agustus 2024 08:10 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) bersama PJ Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin (tengah) dan Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Abdulla Salem Aldhaheri (kanan) meninjau X-Ray Portabel di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/8/2024). Menteri Budi meluncurkan pemanfaatan 36 unit X-Ray Portabel dari kerja sama dengan Uni Emirat Arab yang nantinya akan didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia dengan angka TB tertinggi. (Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/FOC)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) bersama PJ Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin (tengah) dan Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Abdulla Salem Aldhaheri (kanan) meninjau X-Ray Portabel di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/8/2024). Menteri Budi meluncurkan pemanfaatan 36 unit X-Ray Portabel dari kerja sama dengan Uni Emirat Arab yang nantinya akan didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia dengan angka TB tertinggi. (Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/FOC)

 Sebelumnya 
"Efek samping dari penyakit gula pada anak atau diabetes melitus pada anak ini ujung-ujungnya akan ada kerusakan ginjal. Nah nanti kerusakan ginjal ini yang akhirnya anak itu perlu Hemodialisis atau tidak," terangnya.

Ketua Divisi Nefrologi KSM Ilmu Kesehatan Anak RS Hasan Sadikin, Prof Dany Hilmanto menjelaskan ada tahapan panjang sebelum pasien mengalami gagal ginjal. Namun, dia mengatakan biasanya penyakit itu muncul akibat konsumsi junkfood, makanan manis dan asin. Kemudian, timbul penyakit hipertensi, diabetes, obesitas yang beresiko pada ginjal kronik, baru ke ginjal kronis.

"Umumnya saat ini usia di atas lima tahun banyaknya alami bocor ginjal yang penyebabnya pun tak diketahui. Padahal, awalnya si anak itu sehat," ujar Prof Dany.

Baca juga : Ambil Alih PKB, PBNU Cuekin Nasihat Kiai Maruf

Ia pun menyarankan saat ini lebih baik menjaga pola makan dan minum. Apabila polanya salah, maka dalam jangka panjang bisa mengakibatkan penyakit yang beresiko ginjal kronik. Sebab, anak-anak bisa menjalani cuci darah seumur hidupnya jika terkena gagal ginjal kronis.

Meski begitu, dia menekankan, tidak semuanya disebabkan karena makanan dan minuman. Karena ada beberapa ka­sus disebabkan adanya kelainan struktur pada kemih atau bocor ginjal.

Di jagad maya, netizen meminta Pemerintah turun tangan mengawasi peningkatan kasus anak cuci darah. "Orang tua ikut tanggung jawab nih atas kebiasaan anak-anaknya yang berimbas ke kesehatan anaknya," timpal akun @windstreak99.

Baca juga : KKP Selamatkan Rp 3,1 T

Akun @aman_dolok55384 ikut pri­hatin dengan maraknya kasus anak cu­ci darah. Karena menurutnya, tingkat hidup mereka bisa menurun jika tidak mendapat pelayanan kesehatan yang mumpuni.

"Nggak ada yang lama, paling lama 11 tahun, gue udah banyak kenal pasien cuci darah, di atas 4 tahun tidak bisa buang air kecil lagi. Semua me­lalui cuci darah, makanya sedih lihat yang sudah cuci darah, minum pun di batasi 200 cc," kicaunya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu, 3 Agustus 2024 dengan judul Heboh Banyak Anak Cuci Darah, Menkes: Kurangi Minum Gula

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.