Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Gas Program Prioritas, Komisi X Dukung Anggaran Kemendikbudristek Ditambah
Jumat, 6 September 2024 23:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 26,44 triliun.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menjelaskan, tambahan anggaran diperlukan untuk pembiayaan program wajib dan prioritas.
Seperti, Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP K), tunjangan guru dan dosen, program literasi bahasa dan kesastraan, peningkatan kualitas guru, serta perhelatan seni budaya.
Kemudian, pendampingan kualitas pendidikan, revitalisasi PTN, pembinaan PTS, Program SMK Pusat Keunggulan, dan peningkatan kualitas SMK non Pusat Keunggulan.
Termasuk, program kolaborasi Kemendikbudristek dan LPDP yang belum terdanai pada tahapan pagu anggaran.
“Kami optimis anggaran kami akan ditambah, mengingat banyaknya program dan kebutuhan yang harus dipenuhi,” ujar Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, di Jakarta, Jumat (6/9/2024).
“Salah satu hal yang sangat penting adalah memastikan kesejahteraan guru dan meningkatkan akses pendidikan di Indonesia,” sambungnya.
Baca juga : Partai Golkar Dukung Aksi Berantas Korupsi
Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Suharti, mengungkapkan, secara nominal terjadi peningkatan Anggaran Pendidikan sebesar 20 persen.
Dari semula sebesar Rp 665,02 triliun pada tahun 2024, menjadi Rp 722,61 triliun pada RAPBN 2025.
Namun, anggaran Kemendikbudristek pada TA 2025 menurun secara proporsi dan besaran jika dibandingkan DIPA TA 2025. Dari semula Rp 98,9 triliun, menjadi Rp 83,2 triliun.
Artinya, kata Suharti, terjadi peningkatan pada seluruh komponen anggaran pendidikan, kecuali pagu Kemendikbudristek.
“Kondisi ini akan berdampak pada tidak terbiayainya program wajib dan prioritas Kemendikbudistek,” jelas Suharti.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Golkar Hetifah Sjaifudian menyetujui penambahan alokasi anggaran yang diusulkan oleh Kemendikbudristek.
Menurutnya, anggaran sebesar Rp 83,2 triliun tersebut sangat penting untuk memastikan berbagai program prioritas di sektor pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi berjalan dengan baik. Demikian juga usulan tambahan sebesar Rp 26,44 triliun.
Baca juga : Program BRI Peduli “Yok Kita Gas” Wujudkan Indonesia Bebas Sampah
“Menurut kami tambahan itu sangat penting dan kami setujui mudah-mudahan bisa diperjuangkan,” harapnya.
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDIP Putra Nababan, menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh jajaran Kemendikbudristek atas kerja kerasnya selama lima tahun terakhir ini dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui kebijakan dan program prioritas yang telah dijalankan.
“Terima kasih atas pengabdian Mas Menteri, Ibu Sesjen bersama seluruh jajaran yang telah melakukan kerja keras, kerja cerdas untuk rakyat Indonesia,” ucapnya.
Putra juga mendukung langkah Mendikbudristek beserta jajarannya dalam memperjuangkan alokasi anggaran guna meninggalkan hal baik kepada pemerintahan selanjutnya.
“Dengan ini kami dari fraksi PDI Perjuangan, menyetujui usulan penambahan anggaran untuk diperjuangkan oleh teman-teman di Badan Anggaran DPR RI,” tegasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh anggota Komisi X DPR RI Fraksi Gerindra Ali Zamroni.
Dia menyatakan, Fraksi Gerindra mendukung penambahan alokasi anggaran yang diusulkan Kemendikbudristek untuk melanjutkan dan meningkatkan program-program prioritas yang ada.
Baca juga : Berantas Pornografi, Pemerintah Revisi Peraturan Presiden
“Dalam rangka pemenuhan kebutuhan di bidang pendidikan, kami sampaikan bahwa tambahan alokasi anggaran ini harus kita perjuangkan bersama-sama,” terangnya.
Total postur anggaran pendidikan TA 2025 sejumlah Rp 722,6 triliun. Anggaran ini kemudian dibagi-bagi.
Sebesar Rp 346,7 triliun untuk alokasi Transfer ke Daerah (TKD), serta Rp 147,6 triliun untuk Belanja Pemerintah Pusat (BPP) selain Kemendikbudristek dan Kementerian Agama (Kemenag),
Kemudian, Rp 83,2 triliun untuk alokasi anggaran Kemendikbudristek, Rp 65,1 untuk anggaran Kemenag, Rp 55 triliun untuk Pembiayaan Pendidikan.
Dan yang terakhir, alokasi anggaran Dana Abadi Pendidikan sejumlah Rp 25 triliun.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya