Dark/Light Mode

Peduli Korban Bencana Dan Konflik Internasional

Pemerintah Kirimkan Bantuan Ke 4 Negara

Rabu, 9 Oktober 2024 07:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia akan mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada empat negara yang saat ini mengalami krisis kemanusiaan akibat bencana maupun agresi militer.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, keempat negara tersebut, yakni Yaman, Sudan, Palestina dan Vietnam.

“Indonesia akan selalu berupaya serta memberikan ban­tuan untuk meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita di negara-negara tersebut,” kata Muhadjir usai rapat lintas Ke­menterian/Lembaga di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (8/10/2024).

Dia mengungkapkan, total bantuan yang disalurkan bagi 4 negara tersebut masing-masing senilai 1 juta dolar AS atau setara Rp 15,49 miliar.

Muhadjir mengutip data Per­serikatan Bangsa-Bangsa (PBB), banjir bandang yang disebabkan oleh hujan musiman di Ya­man telah menewaskan puluhan orang dan lebih dari 250 orang mengungsi sejak Juli lalu.

Selain itu, konflik selama satu dekade antara Pemerintah Yaman dan kelompok Houthi telah merusak infrastruktur dan fasilitas kesehatan negara terse­but dengan sangat parah serta menyebabkan situasi kemanu­siaan yang sangat buruk.

Baca juga : Kalau Anggarannya Terbatas Kekuatannya Akan Terbatas

Adapun di Sudan, warga terus menghadapi kesulitan yang parah untuk mendapatkan layanan kesehatan akibat kurangnya keamanan, banyaknya serangan, kekurangan obat-obatan, per­lengkapan medis dan tenaga kesehatan, serta dana untuk me­nutupi biaya operasional fasilitas kesehatan.

Sudan terjebak dalam konflik antara tentara dan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat sejak April 2023, dengan sedikitnya 12.260 orang tewas dan lebih dari 33 ribu terluka.

Sementara Palestina, agresi brutal yang dilakukan Israel selama 12 bulan telah mengubah Jalur Gaza menjadi lautan rerun­tuhan dan kuburan bagi puluhan ribu orang, mayoritas anak-anak.

Adapun untuk Vietnam, Topan Yagi yang terjadi pada Septem­ber lalu telah meluluhlantakkan negara tersebut. Topan Yagi memicu hujan lebat, banjir dan tanah longsor di pantai timur laut Vietnam.

Lebih dari 130 ribu orang telah dievakuasi, sementara hampir 137 ribu rumah mengalami kerusakan.

Muhadjir menjelaskan, dalam rapat telah diputuskan memberi­kan bantuan kemanusiaan yang berasal dari Dana Siap Pakai (DSP) yang dikelola Badan Na­sional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada Yaman yang mengalami bencana banjir, Su­dan, dan Palestina.

Baca juga : Andika Dan Luthfi Diajak Terima Tantangan Undip

“Masing-masing senilai 1 juta dolar AS,” ungkap mantan Men­teri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu.

Khusus untuk Vietnam, Pemerintah akan memberikan bantuan secara tunai senilai 1 juta dolar AS melalui Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (DKPI).

Kemudian, bantuan masyara­kat Indonesia yang dikoordina­sikan oleh Baznas untuk Sudan senilai 78,5 ribu dolar AS akan turut dikirimkan bersama-sama dengan bantuan dari Pemerintah.

Pengiriman bantuan akan dilaksanakan pada 14 Oktober 2024. Dia berharap, pengiriman bantuan dapat meringankan beban para korban bencana dan krisis kemanusiaan di empat negara tersebut.

“Selain itu juga dapat meneguhkan peran Indonesia dalam perdamaian dan aksi kemanusiaan internasional,” tegasnya.

Kepala BNPB Letjen TNI Su­haryanto mengatakan, Indonesia sudah bukan lagi menjadi negara penerima bantuan internasional dalam penanganan darurat.

Baca juga : Kalau Tak Ada Penundaan Lagi, ASN Pindah Ke IKN Mulai Januari 2025

Sebaliknya, Indonesia dalam beberapa tahun terakhir justru menjadi salah satu negara mem­berikan dukungan internasional kepada negara lain yang terdam­pak bencana maupun konflik.

Indonesia tidak ada masalah karena sudah berulang kali melaksanakan bantuan ke luar negeri. Untuk 2023 saja, ada enam kali pengiriman bantuan.

“Dengan pengalaman tentu saja kita pastikan kegiatan pem­berian bantuan kemanusiaan atau bantuan kepada masyarakat korban konflik berjalan lancar,” tuturnya.

Terpisah, pengamat politik Timur Tengah dari Universitas Gadjah Mada Siti Muti’ah Se­tiawati menilai, bantuan kema­nusiaan dan diplomasi Indonesia di forum-forum internasional menunjukkan solidaritas yang konsisten. Terutama mendukung perjuangan rakyat Palestina dalam setahun terakhir ini.

“Kapasitas kita sebagai negara yang jauh dari konflik sudah me­madai. Sudah proporsional dan memang itu yang bisa dilakukan Indonesia,” ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.