Dark/Light Mode

Catatan Soal Pertahanan & Keamanan

Kalau Anggarannya Terbatas Kekuatannya Akan Terbatas

Rabu, 9 Oktober 2024 07:30 WIB
Analis Utama Politik Keamanan Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45), Christian Guntur Lebang (kedua kanan), menyampaikan materi dalam seminar nasional dengan tema Evaluasi Kebijakan Pemerintah lan Presiden Joko Widodo: Bidang Politik Keamanan, Ekonomi, dan Media di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Selasa (8/10/2024)
Analis Utama Politik Keamanan Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45), Christian Guntur Lebang (kedua kanan), menyampaikan materi dalam seminar nasional dengan tema Evaluasi Kebijakan Pemerintah lan Presiden Joko Widodo: Bidang Politik Keamanan, Ekonomi, dan Media di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Selasa (8/10/2024)

RM.id  Rakyat Merdeka - Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45) memberikan delapan rekomendasi kepada Pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, terkait pertahanan dan modernisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Analis Utama Politik Keamanan LAB 45, Christian Guntur Lebang mengatakan, tantangan TNI ke depan sema­kin kompleks. Terutama pada target kekuatan pokok mini­mum atau Minimum Essential Force (MEF) yang dinilai belum maksimal. Oleh karena itu, reko­mendasi pertama LAB 45 adalah dengan memperbesar anggaran pertahanan.

“Kalau anggaran terbatas, kekuatan pun terbatas. Semoga pertumbuhan ekonomi kita naik 8 persen sehingga Pemerintahan Pak Prabowo betul-betul bisa menambah alat pertahanan,” kata Guntur, saat seminar di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (8/10/2024).

Dengan demikian, dibutuh­kan juga perencanaan matang apabila anggaran pertahanan meningkat. Mengingat, target MEF Indonesia di 2024 tidak ter­capai 100 persen. “Kalau kami mengecek sumber terbuka, kami belum melihat ada perencanaan budget post seperti apa. Proyek jangka panjangnya juga kami belum bisa mempelajarinya,” ujar Guntur.

Baca juga : Pemerintah Kirimkan Bantuan Ke 4 Negara

Dikatakan, perencanaan matang adalah pekerjaan rumah yang mesti diprioritaskan Pemerintahan Prabowo-Gibran. Sebab, proses realisasinya, tidak cukup lima tahun. “Pasti diteruskan Pemerintahan yang akan datang. Sehingga pentingnya perenca­naan jangka panjang,” tekannya.

Rekomendasi kedua, LAB 45 menyarankan Prabowo mengam­bil kebijakan mutasi dan promosi jabatan berdasarkan kompetensi. Bukan lagi atas dasar kedekatan personal.Kami yakin Pak Prabowo sebagai Presiden akan tegas menutup celah-celah itu,” yakin Guntur.

Rekomendasi ketiga, yakni menuntaskan kebutuhan regulasi di sektor pertahanan. Selanjut­nya, rekomendasi keempat, lembaganya berharap Prabowo dapat mengeksekusi target pem­bangunan jangka pendek sesuai potensi krisis yang ada pada perkembangan nasional maupun global pada saat ini.

“Rekomendasi kelima ren­cana modernisasi pembangunan pertahanan jangka panjang,” ucapnya.

Baca juga : Andika Dan Luthfi Diajak Terima Tantangan Undip

Bagi Guntur, rencana pembangunan jangka pendek dan panjang TNI, harus segera ditin­daklanjuti secara nyata. Sehingga bisa lebih berdampak positif untuk pertahanan negara.

“Rekomendasi keenam, Pak Prabowo harus menghindari faktor kedekatan personal dalam menentukan jabatan para per­wira TNI,” saran dia.

Dijelaskan, rekomendasi ketujuh lembaga dengan Pe­nasihat Senior eks Gubernur Lemhannas, Andi Widjajanto ini yakni penempatan prajurit aktif TNI di jabatan sipil tidak dimanfaatkan secara sporadis.

“Terakhir, kedelapan, Pemerintahan ke depan harus tegas memegang semangat Refor­masi,” pungkasnya.

Baca juga : Kalau Tak Ada Penundaan Lagi, ASN Pindah Ke IKN Mulai Januari 2025

LAB 45 adalah lembaga ka­jian yang berkonsentrasi pada perkembangan global, yang berdampak strategis dan bersi­fat disruptif terhadap kemajuan dan stabilitas Indonesia. Lem­baga ini berupaya membantu para pemangku kebijakan dalam mendorong proses transformasi Indonesia menuju negara maju pada 2045.

Salah satu penasihat senior LAB 45 adalah Andi Widjajanto, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada 2022-2023, Sekretaris Kabi­net Joko Widodo-Jusuf Kalla (2014-2015) dan Penasihat Se­nior Kepala Staf Kepresidenan (2016-2022).

Jaleswari Pramodhawardani adalah juga salah satu Kepala di LAB 45. Dia pernah menjabat sebagai Deputi V Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, Keamanan, dan Hak Asasi Manusia di Kan­tor Staf Presiden.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.