Dark/Light Mode

Gandeng BPOM

Pakai AI, BRIN Analisis Produk Makanan

Minggu, 27 Oktober 2024 07:35 WIB
Kepala Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan BRIN Zamroni. (Foto: ANTARA/Sugiharto Purnama)
Kepala Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan BRIN Zamroni. (Foto: ANTARA/Sugiharto Purnama)

 Sebelumnya 
BRIN menekankan, pangan tidak hanya menjadi isu global, tetapi juga bagian integral dari strategi pembangunan berkelan­jutan di Indonesia.

Pangan merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Ketahanan pangan merupakan prioritas untuk memastikan setiap warga negara memiliki akses terhadap makanan yang cukup, bergizi, dan aman.

Riset dan inovasi memain­kan peranan kunci dalam men­dukung program ketahanan pangan. BRIN dan BPOM me­miliki tanggung jawab dalam pengkajian registrasi pangan.

Baca juga : PKB Dukung Prabowo

Direktur Registrasi Pangan Olahan BPOM Sintia Ramadhani mengungkapkan, dalam kerja sama ini, kedua tim akan menyu­sun roadmap pengembangan AI dalam Sistem Registrasi Pangan Olahan Berbasis Risiko (e-Reg RBA). Selain itu juga akan membuat formulasi desain teknis AI untuk transformasi e-Reg RBA ke SMART e-Reg RBA.

Ia mengatakan, BPOM dan BRIN akan lebih banyak lagi melakukan kajian.

“Diharapkan nantinya SMART E-Reg RBA berbasis AI ini dapat segera diimplemen­tasikan,” imbuh Sintia.

Baca juga : KBL Berbasis Baterai Dikasih Keistimewaan

Sementara Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Elin Herlina menyatakan, BPOM diberikan kewenangan untuk melakukan pengawasan dan pengaturan pangan olahan, mulai dari pengolahan sampai peredarannya.

Pengawasan tersebut dilaku­kan untuk memastikan kualitas dan mutu produk pangan yang beredar di masyarakat. Antara lain, melalui registrasi dalam rangka penerbitan izin edar untuk pangan olahan.

“BPOM memastikan pangan olahan yang akan diedarkan ke masyarakat telah memenuhi persyaratan keamanan, mutu, termasuk kesesuaian informasi yang disampaikan,” terangnya.

Baca juga : Debat Kedua Calon Bupati Situbondo Berlangsung Seru

Kemudahan akses menuntut BPOM berusaha meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Ini menjadi tantangan baru bagi BPOM dalam menyediakan pelayanan yang cepat, akurat, dan tepat dalam proses registrasi.

“Salah satu upaya yang akan dilakukan melalui pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk mewujudkan kinerja yang lebih optimal di registrasi pangan ola­han,” tandas Elin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.