Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ini Program ABCDE Yang Diklaim Ampuh Turunkan Stunting Di Indonesia
Kamis, 24 Oktober 2024 23:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kasus stunting di Indonesia menunjukkan penurunan signifikan dalam sepuluh tahun terakhir. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting berhasil ditekan hingga 16 persen, dari 37 persen pada tahun 2013 menjadi 21 persen pada 2023.
Melihat tren positif ini, pemerintah bertekad untuk menurunkan angka stunting lebih lanjut hingga 14 persen pada akhir 2024.
Staf Teknis Komunikasi Transformasi Kesehatan, Ngabila Salam, menjelaskan bahwa penurunan ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak. Salah satunya lewat program ABCDE.
"Kemenkes mendorong masyarakat untuk bersama-sama mencegah stunting melalui program ABCDE," kata Ngabila.
Program ABCDE Kemenkes yang menjadi fokus utama dalam pencegahan stunting, yaitu:
Baca juga : Pidato Prabowo Menggema, PKS: Komitmen Tulus untuk Indonesia Emas
A. Aktif Minum Tablet Tambah Darah untuk remaja putri,
B. Bemeriksaan rutin ibu hamil,
C. Konsumsi protein hewani,
D.unjungan rutin ke posyandu, dan
E. Pemberian ASI eksklusif,
Baca juga : Dukung Pemkab Bekasi, Jababeka Luncurkan Program GETAS Bantu Turunkan Stunting
Ia menjelaskan, Kemenkes mengimbau agar remaja putri di tingkat SD dan SMP rutin mengonsumsi tablet tambah darah setiap minggu. Sedangkan ibu hamil diwajibkan mengonsumsinya setiap hari. Langkah ini bertujuan untuk mencegah anemia yang dapat meningkatkan risiko stunting pada bayi.
Selain itu, ibu hamil diharuskan melakukan pemeriksaan kehamilan minimal enam kali, termasuk dua kali pemeriksaan USG. Deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan sangat penting untuk memastikan pertumbuhan janin yang optimal.
Kemenkes juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan asupan gizi, khususnya protein hewani, dan berhenti merokok. "Satu batang rokok setara dengan harga satu butir telur," tambah Ngabila.
Tidak kalah penting, orang tua diimbau untuk rutin membawa anak ke posyandu setiap bulan guna memantau tumbuh kembang anak, serta memastikan mereka mendapatkan imunisasi lengkap. Pemerintah menyediakan 15 jenis imunisasi gratis untuk mendukung kesehatan anak.
Program terakhir dari ABCDE adalah pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. ASI menjadi sumber nutrisi utama yang penting untuk tumbuh kembang anak, terutama dalam mencegah stunting.
Baca juga : Kemenpora Siap Sukseskan Kejuaraan Dunia Senam Di Indonesia
Di samping program ABCDE, Kemenkes juga mengimplementasikan transformasi kesehatan melalui enam pilar. Yaitu layanan primer, layanan rujukan, ketahanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan, dan teknologi kesehatan.
"Dengan sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, bisa mencapai target penurunan stunting di Indonesia sesuai rencana," tutup Ngabila.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya