Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ingatkan Pentingnya Skrining
Kemenkes Berusaha Tekan Kematian Kanker Payudara
Minggu, 3 November 2024 07:25 WIB
Sebelumnya
Semantara itu, Ketua Asosiasi Advokasi Kanker Perempuan Indonesia (A2KPI), Aryanthi Baramuli Putri menyatakan, Rencana Aksi Nasional Kanker Payudara (RAN Kanker Payudara), merupakan salah satu upaya besar dalam menurunkan kematian akibat kanker payudara. Sebab itu, pihaknya mengapresiasi upaya Pemerintah dalam mengatasi persoalan tetsrbut, melalui peluncuran Rencana Kanker Nasional 2024-2034.
“RAN Kanker Payudara merupakan langkah strategis untuk menurunkan beban penyakit kanker payudara. Badan Kesehatan Dunia (WHO) melalui Global Breast Cancer Initiative (GBCI), menargetka penurunan angka kematian akibat kanker sebesar 2.5 persen per tahun,” ujarnya.
Berdasarkan data Global Cancer Observatory (Globocan) 2022, lanjut Aryanthi, lebih dari 66.000 wanita Indonesia menerima diagnosis kanker payudara, dengan tingkat kematian 30 persen dari total kasus per tahun. Menurut dia, A2KPI juga menyoroti statistik yang memprihatinkan, lebih dari 48 persen pasien didiagnosis pada Stadium III, dan 20 persen pada Stadium IV.
Baca juga : KPU Banjarbaru Coret Paslon Walkot Petahana
“Dampaknya, sebanyak 70 persen pasien meninggal, atau mengalami masalah finansial hanya dalam waktu 12 bulan sejak terdiagnosa. Karenanya, penanganan kanker payudara membutuhkan kolaborasi lintas sektoral antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta,” tuturnya.
Di media sosial X, netizen juga ramai memperbincangkan tentang kanker payudara. Pasalnya, penyakit tersebut telah banyak ‘membunuh’ perempuan Indonesia.
“Tetanggaku ada yang sakit kanker payudara. Sekarang, mungkin sudah stadium akhir, karena sudah nggak bisa beraktivitas lagi. Sedih. Sebelumnya dia sempat berobat, tapi berjuang sendiri. Pergi kontrol dan kemo sendiri,” ungkap akun @ayuagassi.
Baca juga : Masyarakat Harus Dilindungi
Akun @muhamaddaffa23 mengatakan kebiasaan hidupnya berubah setelah ibunya terkena kanker payudara. “Ibu ku kena kanker payudara. Buat para perempuan, mulai batasi konsumsi gula ya. Soalnya, ibu ku kena kanker karena pola hidup. Dia stres, lalu banyak konsumsi minuman dan makanan manis-manis. Untung cepat diketahui dan bisa segera berobat,” tulisnya.
“Nggak pernah mikir mama bisa kena kanker payudara dan harus kemoterapi. Hancur banget hati gue. Sejak divonis kanker payudara, hidup mama benar-benar berubah. Begitu juga pikiran gue, jadi kacau banget,” timpal akun @lina_eeei.
Sementara itu, akun @Shaaadah1081 menegaskan, rajin periksa dan segera berobat merupakan kuncisembuh dari kanker payudara. “Sepupuku pernah kena kanker payudara. Alhamdulillah sembuh. Kalau ada diantara kalian ada yang mengalami juga, sebaiknya buang semua pikiran yang nggak-nggak dan harus semangat berobat,” pesannya.
Baca juga : Kompetensi Guru Kerek Kualitas SDM Di Jakarta
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 3 November 2024 dengan judul Ingatkan Pentingnya Skrining, Kemenkes Berusaha Tekan Kematian Kanker Payudara
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya