Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Anggur Shine Muscat Tak Terdeteksi Residu Pestisida
Kepala BPOM Ajak Pelaku Usaha Tetap Patuhi Aturan
Selasa, 5 November 2024 14:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengingatkan kepada para pelaku, termasuk para importir, distributor dan pengecer untuk selalu mematuhi peraturan dan standar keamanan pangan yang telah ditetapkan.
Dia juga mengimbau kepada pelaku usaha agar senantiasa menjaga serta memastikan agar pangan yang diedarkan aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Peringatan BPOM ini menyusul polemik di masyarakat terkait residu pestisida pada Aggur Shine Muscat di Thailand.
BPOM memastikan anggur shine muscat yang masuk ke Indonesia masih dalam batas aman setelah melalui hasil uji laboratorium.
"Pelaku usaha yang tidak mematuhi peraturan dan standar akan kami tindak sesuai dengan peraturan yang berlaku," tegas Taruna, di Jakarta, Selasa (5/11/2024).
Baca juga : Bapanas Siap Investigasi Residu Pestisida Anggur Shine Muscat
Taruna menegaskan, perlindungan kesehatan masyarakat merupakan prioritas utama BPOM. Dia memastikan BPOM berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa setiap produk pangan yang beredar di Indonesia aman dikonsumsi.
Sehubungan dengan pemberitaan tentang temuan residu pestisida yang melebihi tingkat yang diizinkan pada anggur shine muscat yang beredar di Thaland, Taruna memastikan telah melakukan koordinasi dengan Badan Pangan Nasional, sebagai pihak yang memiliki tugas untuk melakukan pengawasan pangan segar, terkait penelusuran kebenaran pemberitaan yang beredar. Serta melakukan tindak lanjut pengambilan sampel dan pengujian laboratorium.
BPOM juga telah melakukan pengambilan sampel anggur shine muscat di beberapa wilayah khususnya entry point masuknya buah anggur shine muscat tersebut yaitu Jabodetabek, Bandung, Bandar Lampung, Surabaya, Pontianak, Makassar dan Medan.
Hasil pengujian sampel sampel yang telah dilaksanakan di laboratorium Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) BPOM, dengan parameter uji residu pestisida Chlorpyrifos menggunakan metode Gas Chromatography-Mass Spectrometry GC/MSMS Limit of Detection (LOD) 0,02 ug/kg/Limit of Quantification (LOQ) 0,07 ug/kg), menunjukkan hasil tidak terdeteksi adanya residu pestisida Chlorpyrifos.
Walau demikian, BPOM sebagai koordinator analisis risiko keamanan pangan mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga konsumsi pangan tetap aman.
Baca juga : Cek Keamanan Anggur Shine Muscat, Kemenkes Koordinasi Dengan Kementan
Taruna mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas dan berdaya dengan, pertama, mengenali dan memilih pangan yang aman dan bermutu.
Kedua, memperhatikan dan menerapkan cara penyimpanan pangan sesuai dengan standar keamanan pangan, yaitu dengan menjaga suhu penyimpanan pangan pada suhu tertentu dan memisahkan pangan berdasarkan jenisnya, serta menjaga kebersihan tempat penyimpanan pangan, untuk menghindari kontaminasi silang.
"Untuk buah-buahan yang biasa dikonsumsi tanpa mengupas disarankan untuk mencuci terlebih dahulu dengan air bersih mengalir dan untuk kehati-hatian terhadap residu pestisida tertentu dilanjutkan dengan mengupas kulitnya. Pencucian dan pengupasan dapat mengurangi risiko paparan residu/cemaran lain yang masih tertinggal di permukaan buah," pesannya.
Direktur Konsil Kedokteran Sedunia ini juga memastikan BPOM akan tetap komitmen dalam melakukan pengawasan secara konsisten.
BPOM akan terus memperkuat koordinasi dengan lintas sektor terkait dalam rangka pengawasan pangan yang beredar di masyarakat, melalui pendekatan pentahelix, dengan melibatkan akademisi perguruan tinggi, pelaku usaha, komunitas masyarakat, Pemerintah pusat dan daerah, serta media.
Baca juga : Villarreal Vs Maccabi Haifa, Kapal Selam Kuning Mau Tetap Di Atas
"Sebagai keterbukaan dan transparansi dalam informasi, BPOM berkomitmen untuk memberikan informasi yang terbuka dan akurat kepada masyarakat," tegasnya.
Tak lupa, Taruna menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang terus memberikan kepercayaan kepada BPPOM.
"Tetap waspada dalam memilih pangan yang aman. Keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama, dan kami siap bekerja sama dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya