Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perpusnas Sukses Gelar Pertemuan Pembelajaran Sebaya Tingkat Nasional 2024
Kamis, 7 November 2024 12:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menggelar Pertemuan Pembelajaran Sebaya Tingkat Nasional tahun 2024. Acara digelar di Sanur, Bali, selama tiga hari, 6-8 November 2024.
Tantangan Indonesia di masa depan akan dihadapkan dengan kompleksitas perkembangan dan perubahan global. Oleh karena itu, konsep pembangunan Indonesia akan bergantung pada pertumbuhan ekonomi yang disokong kecakapan sumber daya manusia (human capital).
Bangsa Indonesia akan mengalami puncak bonus demografi pada 2045. Bonus demografi adalah kondisi ketika populasi usia masyarakat produktif lebih besar dibanding masyarakat usia nonproduktif. Kondisi ini harus dimaksimalkan agar tidak terjadi lonjakan pengangguran dan rendahnya produktivitas masyarakat.
“Saat ini, kita perlu mendesain bonus demografi sebagai manfaat yang besar. Keberadaan perpustakaan jelas berkorelasi sangat kuat dalam membangun human capital,” ujar Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Perpusnas, Adin Bondar, ketika membuka kegiatan Pertemuan Pembelajaran Sebaya Tingkat Nasional, di Sanur, Bali, Kami (7/11/2024).
Perpustakaan merupakan instrumen pendidikan bagi semua orang. Keberadaannya selain memberikan layanan pengetahuan dan informasi kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, juga harus memberikan dampak signifikan merekonstruksi sumber daya manusia berbasis perilaku gemar membaca sehingga membantu terwujudnya masyarakat yang literat.
Baca juga : Baznas Gelar Pelatihan Pengajar Al-Quran Braille Di Jakarta
“Masyarakat yang literat adalah masyarakat yang berpengetahuan, inovatif, dan kreatif,” tambah Adin.
Forum Ekonomi Dunia (Word Economy Forum) pada 2016 sudah jauh-jauh hari mengingatkan bahwa masa disrupsi akan terjadi. Perkembangan teknologi dan komunikasi mengakibatkan banyak lahan pekerjaan diambil alih oleh otomatisasi dan mesin. Artinya, eksistensi manusia mulai tereduksi.
Maka, di sinilah kecapakan interpersonal dan analisis menjadi penting. Manusia jangan hanya paham secara pengetahuan saja tapi juga dianalisis, dievaluasi, bahkan mencipta gagasan baru.
Perpusnas bersyukur, inisiasi program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) sejauh ini telah mendapatkan apresiasi banyak pihak, karena terbukti dapat memberikan dampak sosial dan kesejahteraan. Bahkan, di beberapa daerah, program TPBIS sudah direplikasi. Mereka meyakini, TPBIS mampu menjadi instrumen strategis dalam pengendalian inflasi, penurunan angka kemiskinan dan stunting.
“Terjadinya kemiskinan ekstrem dan stunting karena adanya kemiskinan informasi dan pengetahuan sehingga masyarakat tidak mempunyai kecakapan dan kreativitas, tambah Adin
Baca juga : Elizabeth Arden Indonesia Gelar Promo Untuk Pelanggan Setia di Surabaya
Di kancah internasional, program TPBIS pun telah mendapatkan respons positif. Sejumlah negara dalam forum Colombo Plan pada Agustus 2024 secara khusus mendatangi dan mempelajari langsung praktik baik dari TPBIS.
Saat ini, Perpusnas terus mendorong peningkatan kualitas layanan perpustakaan dengan membangun ruang-ruang baca sebagai ruang belajar serta melakukan pengembangan terhadap 10 ribu perpustakaan desa/kelurahan dan taman baca masyarakat melalui bantuan bahan bacaan bermutu. Ekspansi layanan perpustakaan pun tidak luput dilakukan dengan menyasar armada perpustakaan keliling, pembangunan pojok baca digital (Pocadi), dan titik-titik baca yang bisa diakses secara online (QR Code) berisikan sumber-sumber bahan bacaan berbagai subjek, serta penguatan model TPBIS.
Sebelumnya, disampaikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus, Perpusnas, Nani Suryani, Perpusnas telah mengadakan pertemuan serupa di tingkat regional secara daring dengan melibatkan 600 perpustakaan desa/kelurahan penerima manfaat TPBIS 2024 dari 143 kabupaten/kota dan 34 provinsi, serta para Pelatih Ahli.
“Hari ini adalah kegiatan puncaknya, dengan para mitra dihadirkan agar dapat berbagi cerita, strategi, serta praktik baik, juga wawasan yang lebih luas lagi dari para pengisi materi,” jelas Nani
Di momen puncak ini, tidak kurang dari 700 peserta berkesempatan hadir langsung mewakili institusi/kelompok dari daerah kabupaten/kota setiap provinsi. Sisanya, ribuan peserta mengikuti secara daring (online).
Baca juga : Perwira Dukung Penuh Gerakan Solidaritas Nasional
Sejumlah narasumber yang terlibat, antara lain Direktur Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Didik Darmanto; Sosiolog Universitas Indonesia, Paulus Wirutomo; Dosen Filsafat STF Driyarkara Jakarta Agustinus, Setyo Wibowo; Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta, Asep Supriatna; pegiat literasi Agus Munawar; Team Leader Pendamping Program, Erlyn Sulistyaningsih; dan praktisi UMKM.
Kegiatan Pertemuan Pembelajaran Sebaya Nasional diharapkan dapat menjadi wadah menghasilkan gagasan baru, aktivitas praktik baik yang bisa dilakukan secara kolaboratif dan lebih adaptif dalam menghadapi perubahan global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya