Dark/Light Mode

Kesel Terminal Semrawut, Menhub: 3 Tahun Ngomong Dianggap Angin

Rabu, 18 Desember 2019 12:56 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi. (Foto: Kemenhub)
Menhub Budi Karya Sumadi. (Foto: Kemenhub)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Terutama berkaitan dengan kesiapan sarana dan prasarana transportasi menjelang Natal dan Tahun Baru. Salah satunya Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur.

BKS-sapaan akrab Budi Karya ngerasa selama 3 tahun ini dicuekin oleh operator terminal tersebut. Menhub meminta di Terminal Pulo Gebang sudah bisa menyediakan layanan pembelian tiket secara online.

"Waktu ke Pulo Gebang kalau bisa marah, ya marah sekali. Saya sudah minta ke Ditjen Darat (Direktorat Jenderal Perhubungan Darat), BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, dan Dinas Perhubungan, minta pembelian online yang dikasih cuma ke Majalengka," geram BKS dikantornya Jakarta, kemarin.

Kekesalannya makin bertambah, beberapa waktu lalu saat dia memesan tiket dari PO Garuda Mas untuk keberangkatan pukul 11.30 tujuan Majalengka. Namun, bus yang datang justru dalam kondisi kotor dan tidak ada penumpang. Diduga bus tersebut tidak pernah berangkat dari Pulo Gebang, melainkan terminal gelap.

"Saya masih menghargai, nggak mau teriak-teriak di depan umum, karena ini kan urusan internal. Saya tunggu (untuk jadwal) jam 11.30 WIB bus ini nggak keluar-keluar karena bus ini punya terminal gelap sendiri. Saat datang datang masih kotor dan nggak ada penumpang. Artinya, 3 tahun omongan saya hanya dianggap angin," tegasnya. 

Baca juga : Ahok, Mantan Napi Yang Digaji Gede

Menhub minta masalah ini harus segera diselesaikan. Mantan Dirut Angkasa Pura ll ini mengancam jika urusan tiket bus online tidak bisa diselesaikan, pejabatnya akan dipecat.

"Jadi kalau saat musim Lebaran nanti, menjelang Lebaran, tidak ada atau tidak terjadi, maka pejabatnya akan saya ganti," tegasnya.

Menhub menilai, kekesalannya sangat beralasan. Masyarakat yang sangat merasakan tidak mendapatkan layanan dengan baik. Padahal, pemerintah telah menyediakan fasilitas terminal yang bagus.

Bayangkan, Terminal Pulo Gebang, diresmikan 28 Desember 2016 seluas 12,6 hektare, sebagai terminal Tipe A. Proyek terminal ini membutuhkan biaya sebesar Rp 450 miliar.

Untuk itu, Menhub menginstruksikan agar segera dilakukan pembenahan. Bukan hanya Terminal Pulo Gebang tapi seluruh terminal.

Baca juga : Cegah Tragedi Serupa, Kemenhub Tindaklanjuti Laporan KNKT Soal Boeing 737 MAX-8 Lion Air JT610

Menhub ingin kualitas pelayanan angkutan bus menyamai layanan angkutan kereta api. 

Menurutnya, ada tiga syarat angkutan bus bisa menjadi bagus. Pertama adalah soal tiket yang mesti diperbaiki. Berikutnya soal antar moda atau kualitas bus yang baik. Dan terakhir adalah soal terminal.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengaku telah menyiapkan aplikasi tiket bus online. Bentuknya mirip-mirip seperti Traveloka tapi tidak dipungut biaya tambahan. 

Menurutnya, selama ini operator bus tidak banyak yang mau bergabung dengan aplikasi perjalanan online karena tidak ingin menghilangkan agen-agen yang menjual tiket secara manual di terminal.

"Selain itu banyak operator bus yang belum mau gabung di aplikasi perjalanan seperti Traveloka karena ada biaya tambahan atau charge yang tinggi setiap pembelian tiket," katanya kepada Rakyat Merdeka.

Baca juga : Angka Kelahiran Terus Merosot, Jepang Dorong Pasangan Muda Punya Anak

Untuk itu, Budi menilai, akan segera meluncurkan aplikasi online pembelian tiket bus online sendiri bekerjasama dengan bank BUMN. Harapannya semua terminal bisa segera menerapkan. Hal ini akan menguntungkan penumpang, karena lebih praktis dalam membeli tiket dan semakin pasti jadwal keberangkatan.

"Tapi itu pun hanya bisa dijual di terminal-terminal yang dikelola Kemenhub bukan oleh Pemda seperti di Pulo Gebang," jelasnya. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.