Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Lapangan Kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badab Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ramai dipenuhi ASN, mitra kerja dan juga masyarakat sekitar, Jumat (20/12/2024). Mereka melaksanakan senam pagi, diikuti hiburan menampilkan performa musik tradisional.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, ikut tampil sebagai pemain kendang karawitan. Wihaji sekaligus melakukan 'Grand Launching' logo baru Kemendukbangga/BKKBN. Dilanjutkan potong tumpeng, lalu ditutup tasyakuran logo baru.
Wihaji menerangkan, dengan perubahan BKKBN dari badan menjadi kementerian, logonya pun ikut berubah. Logo baru ini adalah hasil sayembara yang dinilai para ahli dan perguruan.
"Makna simbolnya semangat baru, kultur baru, dan kementerian baru. Maka, hari ini kita launching,” ujar Wihaji.
Baca juga : Kemenhub Kandangin Bus Nggak Laik Operasi Saat Nataru
Dia menambahkan, kementerian memiliki dua program: melanjutkan dan menyempurnakan. Dalam program baru, pihaknya membuat buat quickwin.
"Kita memiliki lima quickwin. Salah satunya yang sudah kita laksanakan, yaitu Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) untuk 1 juta anak Indonesia," ujar Wihaji.
Selanjutnya ada Lansia Berdaya, Gerakan Ayah Teladan (GATE), Taman Asuh Anak (Tamasya) atau Daycare unggul di lembaga pemerintahan dan swasta, dan
AI Super Apps tentang keluarga.
Baca juga : Fokus Tangani Isu Stunting, Kemendukbangga Luncurkan Program Genting
Rebranding logo baru, menurut Wihaji, mengikuti perubahan nomenklatur BKKBN menjadi Kemendukbangga/BKKBN berdasarakan Peraturan Presiden Nomor 180 dan 181 Tahun 2024. Logo baru ini mencerminkan semangat dan komitmen dalam merefleksikan peran Kemendukbangga dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia sesuai dengan Asta Cita Presiden Nomor 4 dan 6 untuk mencapai Indonesia Emas 2045.
Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam mencapai Indonesia Emas 2045 adalah masih tingginya prevalensi stunting di Indonesia, yang saat ini tercatat 21,5 persen (SKI 2023). Dibanding tahun sebelumnya angkanya hanya turun 0,1 persen.
Persoalan stunting, menurut menteri, merupakan isu lama dan terus menjadi salah satu program pemerintah untuk dilaksanakan. Tapi tidak semua persoalan, negara harus hadir di dalamnya. Maka, Kemendukbangga/BKKBN melibatkan masyarakat sekitar.
"Dalam hal ini program Genting, yang tidak mengganggu APBN, tapi melibatkan stakeholder dan masyarakat kita pakai teori modern, pentahelix," urai menteri.
Baca juga : Kolaborasi Sasa dan Naturally Speaking by Erha Luncurkan Produk Baru
Wihaji mengatakan, jajarannya sudah mengundang, bekerja sama, dan melakukan penandatanganan MoU dengan berbagai stakeholder untuk menjadi orang tua asuh cegah stunting. Warga negara dan korporasi bisa ikut terlibat di dalamnya. Anak asuhnya adalah anak-anak KRS (Keluarga Risiko Stunting) yang jumlahnya 8,6 juta.
"Kita punya data mereka. Orang tua asuh boleh memilih empat menu: asupan gizi, air bersih, rumah tidak layak huni (RTLH) dan sanitasi, dan edukasi yang bisa dilakukan oleh perguruan tinggi,” tutup Wihaji.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya