Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Panggung dunia politik sedang seru-serunya. Empat hari terakhir, Presiden terpilih Prabowo Subianto melakukan fit and proper test terhadap calon menteri dan calon wakil menteri dan dilanjutkan dengan pembekalan. Di tengah pembekalan, juga ada pertemuan Prabowo dengan para ketua umum parpol koalisi.
Perhatian publik pun tertuju ke sini. Perbincangan di dunia nyata dan dunia maya didominasi mengenai calon-calon menteri dan koalisi.
Di tengah “tontonan” seru ini, ada baiknya kita tetap “ngeh” dengan kondisi sekitar. Termasuk masalah cuaca. Saat ini, walaupun udara di wilayah Jabodetabek masih terasa panas, sebenarnya kita sudah memasuki musim penghujan. Ancaman banjir pun sudah di depan mata.
Baca juga : Maju-Mundur Pembatasan BBM
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan tahun ini akan terjadi pada November dan Desember. Artinya, sudah di depan mata. Kemudian, puncak musim hujan berlanjut hingga Februari 2025. BMKG memprediksi, musim hujan tahun ini akan lebih panjang dari normal.
Untuk menghadapi ini, diperlukan persiapan matang. Makanya, selain menyaksikan keseruan panggung politik, ada baiknya kita—mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, sampai masyarakat—segera mempersiapkan diri untuk mengantisipasi banjir.
Persiapan itu sangat penting, mengingat akhir-akhir ini banjir sudah “tak kenal tempat”. Dahulu, banjir biasanya menyasar daerah-daerah cekungan atau bantaran sungai. Sekarang, daerah elite dan kompleks perumahan mewah, juga bisa kena banjir. Kemudian, daerah-daerah yang tinggi dan kering, juga bisa kena banjir. Gurun Sahara yang gersang saja, saat ini dilanda banjir.
Baca juga : Menunggu Telepon Presiden
Mencegah banjir tidak bisa sendiri-sendiri. Sebab, sering kali banjir terjadi litas daerah. Antara pemerintah daerah harus saling koordinasi. Pemerintah pusat harus sigap. Warga juga harus bahu-membahu. Intinya, semua pihak harus berperan.
Berbagai program penanggulangan banjir harus dikebut. Mulai dari pengerukan kali, pembersihan pintu air, penguatan tanggul, sampai pembersihan semua gorong-gorong dan drainase. Semua harus dikerjakan dengan baik dan cepat. Tidak boleh terlambat, karena kita berpacu dengan waktu.
Untuk Jakarta, yang harus dipikirkan juga ada potensi banjir kiriman. Sebab, saat terjadi hujan besar di Bogor, sungai-sungai di Jakarta akan meluap. Daerah-daerah bantaran kali yang terlewati air tersebut terancam terendam.
Baca juga : Tunjangan Perumahan Vs Tapera
Selain Jakarta, daerah lain juga perlu waspada. Tangerang, Bekasi, Karawang, Depok, Bandung, juga langganan banjir saat musim hujan tiba. Beberapa daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, bahkan di Kalimantan, Sumatera, dan Papua juga sering dilanda banjir. Untuk itu, semua daerah harus sigap.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.