Dark/Light Mode

Kemenhub Minta Operator Kapal Tiru DLU Tangani Keselamatan Pelayaran

Jumat, 20 Desember 2024 22:44 WIB
Foto; Ist.
Foto; Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta operator kapal penyeberangan, baik swasta maupun Pemerintah, untuk mencontoh penanganan keselamatan kepada penumpang yang menjadi standar PT. Dharma Lautan Utama (DLU).

Hal ini ditegaskan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemenhub Hartanto menyaksikan kampanye keselamatan yang dilakukan PT. DLU di Pelabuhan Lembar jika terjadi kebakaran pada kapal.

PT. DLU melakukan kampanye keselamatan pelayaran tahun 2024. Dalam simulasi yang dilakukan di Pelabuhan Lembar, Rabu (18/12/2024).

Dalam simulasi, diperagakan salah satu kapal DLU terbakar karena percikan api di geladak kendaraan.

Call point segera diaktifkan untuk melaporkan insiden tersebut kepada nakhoda melalui radio HT.

Selanjutnya, kru berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan yang tersedia.

Nakhoda sebagai pimpinan tertinggi di kapal, membunyikan general alarm untuk memberitahukan seluruh kru dan penumpang tentang kondisi darurat.

Baca juga : Jelang Nataru, Kapolri Pastikan SOP Penyelamatan Di Merak

“Langkah ini bertujuan menjaga ketenangan dan memastikan semua pihak siap mengikuti arahan lebih lanjut," kata Hartanto dalam keterangan resminya, Jumat (20/12/2024).

Tim pemadam kebakaran, yang dipimpin oleh mualim 1, segera dibentuk dan dilengkapi dengan pakaian tahan api serta peralatan hydrant jet dan hydrant spray.

Sementara, nakhoda terus berkoordinasi dengan Emergency Response Team (ERT) dan Vessel Traffic System (VTS) untuk melaporkan kondisi terkini.

KSOP Lembar mengambil peran penting dalam mengoordinasikan bantuan dari berbagai instansi terkait, termasuk Pelindo, KPLP, Basarnas, Polairud, dan TNI AL.

Kolaborasi ini memastikan penanganan yang efektif terhadap situasi darurat.

Kepanikan penumpang berhasil diatasi dengan langkah-langkah cepat kru, termasuk melemparkan lifebuoy untuk menyelamatkan orang yang jatuh ke laut.

Prosedur 'Abandon Ship' kemudian dilakukan untuk mengevakuasi penumpang ke liferaft dan sekoci dengan aman.

Baca juga : Menteri Dudy Utamakan Keselamatan Pelayaran

Kapal-kapal bantuan dari berbagai instansi tiba di lokasi untuk membantu memadamkan api.

Proses pemadaman berjalan lancar, diikuti dengan langkah pendinginan guna memastikan kebakaran benar-benar terkendali.

Ambulans dari Karantina Kesehatan dan rumah sakit setempat menangani korban yang mengalami luka bakar berat dan patah tulang.

Seluruh korban segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut. 

Turut menyaksikan simulasi ini, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Antoni Arif Priadi dan Direktur Perkapalan dan Kepelautan Hendri Ginting.

Hartanto memuji inisiatif PT DLU dalam menggelar kampanye keselamatan pelayaran di Pelabuhan Lembar.

Kegiatan ini tidak hanya untuk menyambut momen Nataru tapi juga untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berlangsung dengan aman, selamat, nyaman, dan profesional.

Baca juga : DPR Minta Pemerintah Pertimbangkan Dampak PP Kesehatan Bagi IHT

"Kampanye keselamatan pelayaran ini tidak hanya karena momen Nataru, tetapi memang untuk menjadikan pelayanan kepada masyarakat benar-benar aman, selamat, nyaman, dan melayani dengan baik," ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari prinsip Astacita, yang menegaskan kehadiran negara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

"Melihat simulasi yang dilakukan tadi, DLU sudah sangat siap. Sarana dan prasarana pemadam kebakaran, pertolongan orang jatuh ke laut, dan pelaksanaan peran lainnya saat latihan berjalan sangat lancar. Ini harus menjadi contoh bagi pemilik kapal, baik itu kapal negara maupun kapal swasta," tuturnya.

Hartanto juga menekankan pentingnya latihan rutin untuk menghadapi situasi darurat dengan melakukan latihan-latihan untuk menjaga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelayaran.

Direktur Keuangan PT. DLU yang juga Ketua DPP Gapasdap Khoiri Soetomo mengatakan, simulasi yang dilakukan PT. DLU merupakan bagian dari pelaksanaan manajemen keselamatan sesuai dengan standar International Safety Management (ISM) Code.

Hal ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kecelakaan angkutan laut yang disebabkan oleh muatan kendaraan, sehingga PT. DLU merasa perlu untuk mengambil langkah proaktif.

"Sehingga kampanye keselamatan transportasi ini dilakukan setiap tahun. tahun ini di Lembar, karena menurut data Pelindo dan ASDP, pelabuhan ini traffiknya tertinggi di Indonesia dan sarana ini sudah menjadi bagian dari pariwisata," katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.