Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Layanan Visa Kontributor Terbesar
Target PNBP Tembus 150 Persen, Imigrasi Setor Rp 9 Triliun Ke Kas Negara
Jumat, 3 Januari 2025 19:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Direktorat Jenderal Imigrasi kembali mencatat rekor pencapaian penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tertinggi sepanjang sejarah dengan total nilai Rp 9 triliun. Atau setara 150 persen dari angka PNBP yang ditargetkan, sebesar Rp 6 triliun.
Kontribusi PNBP terbesar berasal dari layanan visa sebesar Rp 5,03 triliun. Diikuti layanan paspor Rp 2,49 triliun, dan layanan keimigrasian lainnya Rp 1,4 triliun.
“Dibanding tahun 2023, PNBP tahun 2024 secara keseluruhan naik sebesar 18,39 persen. Yang sangat terlihat adalah kenaikan PNBP dari layanan visa (23,8 persen) dan layanan paspor (18,5 persen),” ujar Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto dalam keterangan resmi, yang diterima redaksi pada hari ini, Jumat (3/12/2024).
Kenaikan PNBP ini, antara lain didorong oleh kebijakan visa on arrival (visa kunjungan saat kedatangan), yang saat ini diimplementasikan terhadap 97 negara dan entitas tertentu.
Baca juga : Logis 08 Optimistis Rosan Bisa Kejar Target Investasi Rp.1.905 Triliun Di 2025
Banyak negara subjek visa on arrival merupakan subjek bebas visa kunjungan (BVK), dengan masa berlaku 30 hari.
Secara berkelanjutan, Ditjen Imigrasi juga mengembangkan digitalisasi layanan, sehingga business process berjalan lebih efektif dan efisien.
Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh jajaran yang telah bekerja keras. Sehingga, Imigrasi mampu melampaui target PNBP secara signifikan.
Agus menegaskan, Imigrasi berkomitmen memberikan layanan publik yang prima kepada masyarakat. Sekalipun di waktu-waktu libur.
Baca juga : Laba Bersih Bank Mandiri Meroket 7,56 Persen Capai Rp 42 Triliun
Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Imigrasi. Sebagian petugas Imigrasi bahkan tetap bekerja di akhir pekan dan hari-hari libur nasional, untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses layanan keimigrasian.
Terutama, bagi yang bertugas di bandara, pelabuhan dan perbatasan, serta unit-unit khusus layanan paspor.
"Digitalisasi layanan keimigrasian, inovasi di segala lini serta implementasi visa on arrival sebagai pengganti kebijakan Bebas Visa Kunjungan berkontribusi besar dalam tingginya capaian PNBP kali ini," papar Agus.
Sebagai bagian dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Ditjen Imigrasi memegang peran krusial dalam menjaga keamanan negara.
Baca juga : Pertamina NRE Jadi Motor Transisi Energi Nasional
Imigrasi juga memiliki fungsi sebagai fasilitator pembangunan ekonomi nasional. Secara simultan, Imigrasi menerapkan kebijakan yang mendukung iklim investasi yang kondusif.
“Sesuai dengan filosofi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan - Guard and Guide, selain kinerja di sektor pelayanan, penegakan hukum keimigrasian tetap akan menjadi fokus kami. Agar hanya orang asing bermanfaat, yang bisa datang dan tinggal Indonesia," tutur Agus.
"Kami juga akan terus berinovasi dan meningkatkan efisiensi pelayanan, untuk mendorong capaian PNBP yang lebih optimal di masa mendatang," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya