Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Beragama Dalam Keberagaman (47)
Agama Cina Hakka Di Singkawang
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Agama bagi komunitas Cina Hakka di Singkawang, Kalimantan Barat, belum banyak diteliti. Baru pada tahun 2012, Puslitbang Keagamaan Kementerian Agama melakukan penelitian. Di antara hasil penelitiannya ditemukan bahwa Komunitas Cina Hakka di Singkawang ternyata memiliki agama atau kepercayaan lokal yang tidak identik dengan agama Konghucu, Hindu dan Budha.
Mereka memiliki rumah ibadah sendiri yang dinamai Pekong. Orang Cina Hakka Singkawang membedakan antara Kelenteng dan Pekong. Kelenteng bentuknya lebih besar daripada Pekong.
Dari segi fungsi, Kelenteng digunakan sebagai tempat untuk memuja dewa-dewa umum seperti Dewa Bumi, Dewi Rezki, Dewi Kwan Im, dan Dewa Pahlawan Perang. Sedangkan Pekong lebih banyak digunakan untuk memuja dewa-dewa khusus atau orang berwibawa yang dianggap setengah dewa seperti Lo Pong Pa, seorang gubernur orang Cina dalam abad ke 17 di Kalimantan Barat, yang patungnya disimpan di dalam Pekong.
Bagi komunitas Cina Hakka di Singkawang, menurut penelitinya, rumah ibadah Pekong memiliki empat fungsi, yaitu:
1) Sebagai tempat sembahyang untuk memuja dewa-dewi setiap hari, setiap tanggal 1 dan 15 Imlek dan hari-hari besar Cina.
2) Sebagai arena pertemuan komunitas Cina secara internasional.
3) Tempat tinggal/berlindung para dewa agar tidak kehujanan, kedinginan, dan kepanasan.
4) Sebagai pelindung bagi anggota masyarakat di sekitar Pekong dari pengaruh roh-roh jahat.
Kalangan masyarakat sering mengasumsikan agama komunitas Cina Hakka di Singkawang adalah agama Budha dan yang lain menganggapnya agama Konghucu, tetapi ternyata tidak identik kedua-duanya.
Mungkin memang ada yang merupakan kombinasi antara beberapa tradisi agama didalamnya. Akan tetapi mereka lebih percaya diri jika disebut penganut agama dan kepercayaannya sendiri.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.