Dark/Light Mode

Industri Manufaktur Konsisten Jadi Penyumbang Utama Ekspor RI

Jumat, 17 Januari 2025 12:55 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Ist)
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri manufaktur kembali menjadi motor penggerak utama ekspor nasional sepanjang tahun 2024.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sektor industri pengolahan nonmigas menyumbang 196,54 miliar dolar AS atau 74,25 persen dari total nilai ekspor nasional yang mencapai 264,70 miliar dolar AS.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, kontribusi besar ini menunjukkan konsistensi sektor manufaktur dalam menopang perekonomian nasional meskipun di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Sektor industri manufaktur kita konsisten menjadi kontributor tertinggi pada kinerja ekspor Indonesia. Di tengah kondisi ekonomi dan politik global yang tidak menentu, pelaku industri nasional tetap agresif menembus pasar ekspor ke berbagai negara,” ujar Agus dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (16/1/2024)

Baca juga : Menteri Ara Dorong Pengembang Bangun Rumah Subsidi Dekat Transportasi Umum

Ekspor industri pengolahan nonmigas pada tahun 2024 tercatat meningkat 5,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan positif ini juga berkontribusi pada surplus neraca perdagangan Indonesia yang mencapai 31,04 miliar dolar AS.

Agus menekankan, ekspor bukan hanya soal menjual produk, tetapi juga membangun reputasi dan citra industri nasional di pasar internasional. “Peningkatan ekspor menjadi kunci untuk membangun perekonomian kita. Dalam hal ini, hilirisasi menjadi elemen utama dalam menambah nilai bahan baku dalam negeri,” tuturnya.

Kementerian Perindustrian terus menjalankan program hilirisasi industri yang diarahkan pada kelompok industri hulu, seperti industri logam dasar, bahan galian bukan logam, serta migas dan batubara. Beberapa produk baru hasil hilirisasi dengan nilai tambah tinggi yang diekspor pada tahun 2024 antara lain logam dasar seperti stainless steel ingot, CRC, kendaraan roda dua, aluminium oksida, serta turunan CPO.

“Diversifikasi produk ekspor dengan kompleksitas tinggi merupakan langkah strategis. Hilirisasi nikel, misalnya, telah menghasilkan produk-produk seperti stainless steel dan aluminium oksida yang semakin diminati di pasar global,” kata Agus.

Baca juga : Pengamat: Danantara Bisa Jadi Pilar Penting Perekonomian Nasional

Negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia pada tahun 2024 meliputi China, Amerika Serikat, dan India. Selain itu, Kemenperin terus mendorong pengembangan industri berbasis komoditas unggulan seperti kakao, kelapa, porang, pasir silika, olefin, aromatic, methanol, dimetil eter, serta pupuk berbasis nitrogen, fosfat, dan kalium.

Agus juga menyampaikan komitmennya untuk menjalankan misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terutama dalam melanjutkan hilirisasi industri berbasis sumber daya alam demi meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

“Dengan dukungan regulasi probisnis dan iklim usaha yang kondusif, kami optimis dapat menarik lebih banyak investasi dan menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi sekaligus basis ekspor,” pungkasnya.

Kinerja positif sektor manufaktur ini tidak hanya menunjukkan daya saing industri nasional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam perdagangan global. Dukungan pemerintah melalui kebijakan strategis seperti pasokan bahan baku yang stabil dan harga gas industri yang kompetitif menjadi kunci keberhasilan ini.

Baca juga : Ketemu Menteri Maruarar, Kapolri Dukung Program Pembangunan 3 Juta Rumah

Dengan berbagai upaya tersebut, industri manufaktur diharapkan terus menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memberikan kontribusi signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.