Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ada Warga Meninggal Setelah Antre Gas Melon, Bahlil Minta Maaf
Selasa, 4 Februari 2025 13:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan permohonan maaf atas insiden antrean panjang pembelian LPG 3 kg di Tangerang Selatan berujung pada jatuhnya korban jiwa.
“Kami pemerintah pertama memohon maaf kalau ini terjadi. Kapan yang kami kami lakukan semata-mata untuk penataan,” ujar Bahlil, usai melakukan sidak di salah satu pangkalan LPG 3 kg di wilayah Palmerah, Jakarta, Selasa (4/2/2025).
Bahlil menegaskan pemerintah terus berupaya memperbaiki kebijakan agar situasi tidak semakin memburuk. Salah satu langkah yang diambil adalah mengubah status pengecer menjadi sub-pangkalan, sehingga mereka dapat kembali menjual LPG 3 kg.
Baca juga : Acil Bimbo Dikabarkan Meninggal, Keluarga Bilang Hoaks!
Ia menyadari pengecer memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam distribusi LPG 3 kg, yang menjembatani pangkalan dengan masyarakat.
“Apa yang kami lakukan pagi dan malam ini adalah respons cepat. Kami ingin rakyat mendapatkan LPG dengan mudah dan lancar,” ujar Bahlil.
Pengoperasian kembali pengecer LPG 3 kg bertujuan untuk menormalkan jalur distribusi gas bersubsidi. Bahlil mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 370 ribu pengecer yang terdaftar sebagai sub-pangkalan LPG 3 kg.
Baca juga : Perayaan Imlek Perkuat Tali Silaturahmi Antar Golongan Masyarakat
Bagi pengecer yang belum terdaftar sebagai sub-pangkalan, Bahlil menegaskan bahwa Kementerian ESDM akan bekerja sama dengan Pertamina untuk membekali mereka dengan sistem aplikasi serta membantu proses pendaftaran menjadi sub-pangkalan.
Permintaan maaf Bahlil disampaikan setelah muncul kabar duka mengenai Yonih (62), warga RT 001/RW 007, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, yang meninggal dunia diduga akibat kelelahan usai mengantre LPG 3 kg bersubsidi pada Senin (3/2).
Ketua RT 001 Pamulang Barat, Saeful, mengungkapkan bahwa Yonih mengalami kelelahan yang diduga menjadi faktor utama meninggalnya. Yonih diketahui berangkat dari rumah sekitar pukul 10.00 WIB untuk mengantre di pangkalan gas yang berjarak sekitar 300 meter dari kediamannya.
Baca juga : MBG Belum Diterima Semua Anak, Presiden Minta Maaf
Setelah mendapatkan tabung LPG, almarhumah sempat beristirahat di tengah perjalanan pulang. Menyadari kondisinya yang melemah, pihak keluarga segera membawanya ke rumah sakit terdekat. Namun, Yonih mengembuskan napas terakhir sebelum sempat mendapatkan perawatan medis.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya