Dark/Light Mode

Gelar Pengawasan Madrasah Berbasis Digital, Kemenag Hemat Rp 680 M

Sabtu, 8 Februari 2025 19:21 WIB
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Amin Suyitno (Foto: Dok. Kemenag)
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Amin Suyitno (Foto: Dok. Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya meningkatkan daya saing madrasah dengan mengoptimalkan pengawasan berbasis digital. Dalam 100 hari pertama kepemimpinan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dan Wamenag Romo HR Muhammad Syafi’i, Kemenag telah menyiapkan platform berupa Madrasah Digital Supervision (MAGIS).

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Amin Suyitno, mengatakan, sistem ini dirancang untuk mempermudah proses pengawasan, refleksi, serta perencanaan pendampingan bagi satuan pendidikan madrasah secara lebih efektif dan efisien. Dengan MAGIS, pengawasan madrasah bisa dilakukan secara digital, memungkinkan pengawas atau pendamping madrasah menjalankan tugasnya dengan lebih sistematis.

“Dengan sistem ini, para pengawas dapat melakukan refleksi dan menyusun rencana pendampingan secara lebih tersistem, mudah, dan simple. Potensi penghematannya bisa sampai Rp 680 miliar,” ujar Amin, dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (8/2/2025).

Baca juga : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Menguat Tipis Ke Rp 16.332

Kepala madrasah juga dapat memanfaatkan platform ini untuk mengevaluasi pengelolaan madrasah serta melakukan perubahan-perubahan berbasis data. “Melalui refleksi berbasis digital, kepala madrasah dapat terus mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” tambahnya.

MAGIS juga memberikan manfaat besar bagi para guru. Mereka dapat melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran di kelas dan menerapkan inovasi yang lebih tepat guna.

“Guru juga bisa berkonsultasi dengan pengawas jika menemui hambatan dalam proses pembelajaran, sehingga platform ini dapat digunakan secara lebih terstruktur,” jelasnya.

Baca juga : Polri Bongkar Tambang Timah Ilegal Di Bekasi, Kerugian Negara Rp 10 M

Amin berharap, seluruh pengawas, kepala madrasah, dan guru dapat memanfaatkan MAGIS sebaik-baiknya guna meningkatkan mutu pendidikan madrasah.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Thobib Al Asyhar, menegaskan, MAGIS merupakan inovasi strategis dalam proyek perubahan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas pengawasan madrasah. “Dengan platform ini, pengawasan menjadi lebih akuntabel dan dapat menghemat anggaran lebih dari 680 miliar rupiah dalam setahun,” ungkap Thobib.

Penghematan itu, kata Thobib, bisa didapat dari biaya fotokopi borang pengawasan. Potensinya sangat signifikan, karena jumlahnya mencapai 86.343 lembaga. Jika kebutuhan madrasah rata-rata Rp 3.000.000 per tahun untuk fotokopi barang, maka akumulasinya mencapai Rp 259.029.000.000.

Baca juga : Hadiri Harlah NU, Prabowo Merasa Sejuk Dan Tambah Berani Di Tengah Ulama

Potensi penghematan lainnya adalah biaya transportasi pengawas ke madrasah. Ini diperkirakan sebesar Rp 421.200.000.000. Perhitungan ini didasarkan pada jumlah pengawas, yaitu 4.680 orang, dengan biaya perjalanan pulang-pergi sekitar Rp 500.000 per bulan, serta rata-rata kunjungan ke 15 madrasah per tahun.

"Jadi dengan MAGIS, pengawasan madrasah bisa dilakukan secara digital dan potensi penghematannya bisa mencapai Rp 680.229.000.000," tegas Thobib.

Thobib juga berharap, kehadiran MAGIS dapat mempercepat peningkatan kualitas pendidikan madrasah agar semakin unggul dan berdaya saing tinggi. “Dengan transformasi digital melalui MAGIS, Kemenag berkomitmen menciptakan sistem pengawasan madrasah yang lebih adaptif, inovatif, dan berbasis data guna meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan madrasah di seluruh Indonesia,” tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.