Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bicara Di Forum Investasi
Bahlil Beberkan Strategi Pemerintah Capai Kedaulatan Energi
Selasa, 11 Februari 2025 22:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan, pemerintah terus berupaya meningkatkan lifting minyak bumi guna mewujudkan kedaulatan energi, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Menurut Bahlil, ada tiga langkah utama yang ditempuh, yakni optimalisasi produksi dengan teknologi, reaktivasi sumur-sumur idle, dan eksplorasi potensi minyak bumi di Indonesia.
Bahlil menambahkan, Presiden Prabowo telah menetapkan target lifting minyak bumi mencapai 900 ribu hingga 1 juta barel per hari pada 2028-2029. Untuk mencapai target tersebut, intervensi teknologi dalam produksi minyak bumi menjadi langkah krusial.
"Ini tantangan, ini kerja keras. Tapi apakah bisa dilakukan? Ternyata, Bapak Ibu, minyak kita masih banyak, khususnya di Rokan. Saya baru pulang dari sana, tetapi minyaknya berada di bawah, jadi bagaimana cara menaikkannya? Kita harus melakukan intervensi teknologi. Salah satu yang kita dorong adalah Enhanced Oil Recovery (EOR)," ujar Bahlil dalam acara di Jakarta, Selasa (11/2/2025).
Baca juga : Arah Transformasi BNI Dan Strategi Ekspansi 2025
Selain itu, Bahlil juga mendorong penggunaan teknik pengeboran horizontal, yang mulai diterapkan di beberapa Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi (Migas) di Indonesia. Strategi ini mengadaptasi teknik pengeboran yang dilakukan Amerika Serikat yang mampu meningkatkan produksi minyak buminya dari 3,5 juta barel perhari menjadi 13 juta barel perhari.
Kemudian, Bahlil juga meminta supaya sumur yang sudah selesai masa eksplorasi dapat ditingkatkan menjadi sumur produksi. Kementerian ESDM juga akan meninjau kembali sumur-sumur yang belum meningkatkan statusnya menjadi sumur produksi. Serta melakukan lelang 60 WK Migas baru pada periode 2026-2027.
"Ini kita akan dorong cepat, makanya saya sudah perintahkan kepada Kepala SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi), kepada pemegang konsesi siapapun, baik itu BUMN (Badan Usaha Milik Negara), Pertamina, maupun siapapun yang megang, sudah dikasih, sudah selesai eksplorasi, tapi tidak mau ditingkatkan ke produksi agar ditinjau," tegasnya.
Baca juga : Komitmen Investasi Jangkar Australia 8 Juta Dolar AS Melalui Kemitraan Kinetik
Pada kesempatan itu, Bahlil juga menggaris bawahi target Presiden Prabowo terkait dengan kedaulatan energi. Untuk mencapainya, diperlukan pemanfaatan energi bersih dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat. Bahlil juga tetap mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan sebagai bagian terpenting dari upaya pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
"Saya lebih memilih untuk tetap komitmen pada energi bersih, dengan kita blending antara batubara, gas, dan energi baru terbarukan yang lain. Tetapi, masyarakat tidak dikorbankan dengan harga yang mahal dan negara juga tidak dibebani dengan subsidi," tutur Bahlil.
Terkait dengan target hilirisasi, Menteri ESDM kembali menyampaikan bahwa dari total USD 618 miliar investasi pada hilirisasi hingga tahun 2040 mendatang, 91,8 persen hilirisasi berada di sektor ESDM, termasuk juga membangun ekosistem baterai kendaraan listrik.
Baca juga : Kurangi Jumlah Pengangguran, Pemerintah Diminta Buka Lapangan Kerja Baru
"Program hilirisasi menjadi program yang betul-betul dijadikan sebagai prioritas, karena ini adalah salah satu instrumen untuk bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi ke depan," ujarnya.
Tujuan dilakukannya hilirisasi, jelas Bahlil, adalah untuk membangun industri agar proses penciptaan nilai tambah komoditas mineral dan batubara (minerba) dilakukan di dalam negeri. Hilirisasi pun membuka kawasan pertumbuhan ekonomi baru, mendongkrak pertumbuhan, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya