Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Luhut Pastikan Danantara Dikelola Profesional, Bukan Titipan
Kamis, 20 Februari 2025 17:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa tidak akan ada praktik “titip-titip” dalam pengisian jabatan di Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Menurutnya, Danantara akan dikelola profesional dan transparan.
“Bahasanya ‘titip-titip’, direkomendasikan sana-sini. Itu tidak akan terjadi, karena ini bakal dijalankan oleh profesional,” ujar Luhut di Jakarta, Kamis (20/2/2025).
Baca juga : KTB Ajak Anak-anak Jelajahi Dunia Profesi Di KidZania
Menurut Luhut, pembentukan Danantara adalah langkah strategis yang diambil Presiden Prabowo Subianto guna mengelola investasi negara dengan lebih efisien dan transparan.
Luhut mengungkapkan, Danantara akan memungkinkan Indonesia melakukan joint venture (JV) dengan banyak perusahaan luar negeri. Salah satu negara yang telah menunjukkan ketertarikannya adalah Uni Emirat Arab (UEA).
Baca juga : Sempat Terhenti, Kalayang Bandara Soetta Kini Beroperasi Normal Lagi
Ia menyebut bahwa dirinya telah menerima minat investasi dari Menteri Energi dan Infrastruktur UEA, Suhail Mohamed Al Mazrouei, terkait pemanfaatan 72 gigawatt (GW) energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.
UEA dikabarkan siap menggelontorkan investasi hingga 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp 163 triliun untuk proyek energi bersih berkapasitas 10 GW.
Baca juga : Tanggapi Putusan Praperadilan Hasto, Ketua KPK: Sudah Proporsional dan Tepat
Luhut juga memproyeksikan potensi keuntungan besar yang bisa diperoleh pemerintah dari Danantara. Ia menyebut bahwa lembaga ini akan mengelola aset BUMN senilai 900 miliar dolar AS atau sekitar Rp 14.670 triliun.
Dengan pengelolaan yang efisien, dividen yang dihasilkan dari perusahaan-perusahaan pelat merah di bawah Danantara diperkirakan mencapai 20 miliar-25 miliar dolar AS atau sekitar Rp 408 triliun.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya