Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi Minyak Mentah, Erick Akan Review Total Pertamina
Sabtu, 1 Maret 2025 18:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan akan melakukan review total terhadap Pertamina menyusul kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang.
Kasus ini melibatkan sejumlah pimpinan di PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina International Shipping, dan PT Kilang Pertamina Internasional.
Baca juga : Dukung Pemberantasan Korupsi, FSPPB Lawan Informasi Sesat Terkait Pertamina
“Di Pertamina sendiri tentu kita akan review total seperti apa nanti perbaikan-perbaikan yang bisa kita lakukan ke depannya. Banyak yang bicara bagaimana peran SKK Migas, peran Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Menteri BUMN, dan juga lain-lain ini yang kita konsolidasikan. Kita harus berikan solusi. Seperti yang Pak Presiden RI selalu bilang, antara menteri ini harus berkomunikasi,” ujar Erick di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (1/3/2025).
Erick juga menyampaikan bahwa dirinya bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan melakukan pemetaan dan mencari solusi terbaik untuk Pertamina. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah efisiensi struktur perusahaan, termasuk kemungkinan merger beberapa anak usaha.
Baca juga : Bamsoet: Pemberantasan Korupsi Minim Progres, Kerugian Negara Terus Naik
“Insya Allah saya dan Pak Bahlil bisa kasih solusi ini. Kita sama-sama petakan mana yang bisa lebih efisien. Ini ada holding, ada subholding, seperti apa kita review. Apakah mungkin ada satu atau dua perusahaan yang harus dimergerkan supaya nanti antara Kilang dan Patra Niaga tidak ada exchange penjualan? Kita review, tidak apa-apa karena ini bagian dari improvisasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Erick menegaskan bahwa Kementerian BUMN akan terus mendukung proses hukum dan bekerja sama dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam memberantas korupsi. Ia menyebut bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam membersihkan BUMN dari praktik korupsi, sebagaimana yang telah dilakukan dalam kasus PT Asabri (Persero) dan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
Baca juga : Korupsi Minyak Mentah Jadi Perhatian Presiden
Terkait dengan posisi Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga yang kosong, Erick menyatakan bahwa keputusan pengganti masih dalam tahap pembahasan dan akan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Komisaris Utama. “Kita belum bicara lebih lanjut soal pengganti Dirut Patra Niaga. Ini akan dikonsultasikan terlebih dahulu,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya