Dark/Light Mode

Kesehatan Pemimpin Vatikan Kritis, Rakyat Argentina Dan Brazil Doakan Kesembuhan Paus

Senin, 24 Februari 2025 07:44 WIB
Pemandangan dari drone menunjukkan gambar Paus Fransiskus yang dipajang dengan pemetaan video digital di Obelisco, Buenos Aires, Argentina, Jumat (21/2/2025). (Foto: Dok. Reuters)
Pemandangan dari drone menunjukkan gambar Paus Fransiskus yang dipajang dengan pemetaan video digital di Obelisco, Buenos Aires, Argentina, Jumat (21/2/2025). (Foto: Dok. Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kondisi kesehatan pemimpin tertinggi Gereja Katholik Sedunia Paus Fransiskus dikabarkan kritis, Sabtu (22/2/2025), dan sedang menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Roma, Italia, sejak 14 Februari lalu. 

Negara kelahiran Paus, Argentina, memasang foto Kepala Negara Vatikan itu di monumen Obelisk yang ada di Buenos Aires. Umat Katholik di dunia mendoakan kesehatan Paus Fransiskus. 

Dilansir Associated Press (AP), Minggu (23/2/2025), Juru Bicara Vatikan Matteo Bruni mengatakan, Paus sedang beristirahat setelah menerima transfusi darah dan memakai alat bantu pernapasan. 

Sejak 14 Februari 2025, Paus dirawat akibat pneumonia dan infeksi paru-paru kompleks. 

Baca juga : Hari Ke-9 Di RS, Paus Sudah Bisa Beristirahat

Dokter mengatakan, kondisinya sudah sangat kritis, mengingat usia dan kesehatannya yang lemah dan penyakit paru-paru yang diderita sebelumnya. 

Ancaman utama yang dihadapi, yakni jika infeksi memasuki aliran darah. Kondisi serius ini dikenal sebagai sepsis.

Amerika Latin Berdoa

Umat Katholik di seluruh Amerika Latin berdoa untuk Paus Fransiskus. Umat Katholik dari Meksiko hingga Argentina dan dari Pasifik hingga pesisir Atlantik menghadiri misa, menyalakan lilin dan berdoa secara individu untuk kesembuhan Paus. 

“Kami berdoa untuknya dengan percaya kepada Tuhan dan berdoa untuk kesehatannya dengan sukacita,” kata Pendeta Argentina Adrian Bennardins, dikutip dari Channel News Asia (CNA), Minggu (23/2/2025). 

Baca juga : Vatikan: Kondisi Paus Kritis, Perlu Oksigen Tambahan Dan Transfusi Darah

Dia memuji Paus karena membuat Gereja Katholik mendunia dengan serangkaian kunjungannya ke seluruh dunia. Baru-baru ini, dia mengunjungi Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Singapura, Papua, Papua Nugini dan Timor Leste. 

Paus menunjukkan sebagai pemimpin yang dekat dengan umat. Dia juga selalu sederhana, penuh persaudaraan, tanpa mengesampingkan siapa pun. Seperti diketahui, Fransiskus diangkat sebagai Paus sejak tahun 2013. 

Sekitar 54 persen orang Amerika Latin mengidentifikasi diri sebagai Katholik dalam survei tahun 2024 yang dilakukan oleh lembaga Latinobarometro. Mereka merasa dekat dengan Paus karena kedekatan budaya.

“Karena dia seorang Latino, dia berbicara dalam bahasa kami dan dia berbagi perasaan dengan komunitas Latino. Kami berasal dari budaya yang sama,” kata Grisel Jimenez, yang menghadiri misa di Basilika Guadalupe di Mexico City. 

Baca juga : Staf Presiden Rusia Pastikan, Putin Dan Trump Tidak Akan Bertemu Pekan Depan

Di negara tetangga Argentina, yakni Brazil, orang-orang juga ikut berdoa. Brazil dikenal sebagai negara Katholik terbesar di dunia. Pemerintah setempat mencatat, jumlah umat Katholik di negara itu mencapai 157 juta jiwa pada tahun 2023. 

“Sebagai seorang Katholik, ini bukan hanya tentang menyembah Kristus, tetapi juga berdoa untuk Paus, berdoa untuk gereja kita dan berdoa untuk dunia,” kata seorang jemaat gereja di Sao Paulo, Helio Martins Da Silva.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.