Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Lewat IPHA, Menteri PU Targetkan Produksi Beras Melonjak
Sabtu, 19 April 2025 10:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo berkolaborasi dengan lintas sektor untuk meningkatkan produksi beras nasional dengan menerapkan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA).
Upaya ini merupakan wujud dukungan nyata Kementerian PU terhadap program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pelaksanaan program IPHA, Kementerian PU menggandeng Kementerian Pertanian, TNI AD, pemerintah daerah, serta kelompok tani.
Baca juga : Sejumlah Menteri Menghadap Jokowi, Kata Muzani, Prabowo Nggak Terganggu Kok
Menteri dari Partai Demokrat ini menegaskan, bahwa sinergi antar-instansi sangat penting demi memastikan efisiensi penggunaan air sekaligus meningkatkan hasil produksi pertanian.
“Kami terus mendorong integrasi berbagai sektor untuk memastikan infrastruktur irigasi yang optimal dan efisien. Melalui penerapan teknologi IPHA, kita harapkan produktivitas beras nasional meningkat signifikan,” ujar Dody dalam keterangan kepada media, Sabtu (19/4/2025).
Daerah Irigasi (DI) Rentang di Kabupaten Indramayu, Cirebon, dan Majalengka, Jawa Barat, dipilih sebagai lokasi percontohan penerapan IPHA karena merupakan sentra produksi padi utama dengan jaringan irigasi yang luas.
Baca juga : Gelar Rakor, Menteri PU Siapkan 53 Sekolah Rakyat Tuntas Juni
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, telah melakukan berbagai langkah optimalisasi di DI Rentang, seperti rehabilitasi saluran irigasi, perbaikan pintu-pintu air, serta optimalisasi bendung Rentang. Upaya tersebut terbukti efektif mendukung pola pengairan hemat air.
Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro menjelaskan, bahwa IPHA menerapkan metode pengairan berselang (intermittent irrigation), yang mampu menghemat air hingga 30% tanpa mengurangi produktivitas tanaman padi.
“Dalam implementasi IPHA, kami bertanggung jawab atas pengaturan distribusi air sesuai kebutuhan masa tanam, termasuk pengaturan pintu air, jadwal pengairan, dan monitoring kondisi saluran. Kami juga terus berkoordinasi intensif dengan petugas lapangan serta kelompok tani untuk mencapai hasil maksimal,” jelas Dwi.
Baca juga : Bareng Prabowo, Menteri PKP Tawarkan Investasi Rumah MBR Ke Qatar
Untuk memperkuat penerapan IPHA, Kementerian PU mengembangkan sistem informasi pengelolaan air berbasis digital. Sistem ini membantu petani dan petugas lapangan mendapatkan informasi jadwal pengairan, volume debit air, hingga peringatan dini kekeringan secara akurat dan cepat.
Hingga kini, sebanyak 18 demplot IPHA telah dipanen dengan hasil panen yang jauh di atas rata-rata produktivitas padi konvensional.
"Kami berharap kolaborasi lintas sektor dalam program IPHA ini akan mempercepat pencapaian target swasembada pangan serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani di Indonesia,” pungkas Dody
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya