Dark/Light Mode

Tekan Angka Kemiskinan

Pemerintah Fokuskan Pendidikan Dan DTSEN

Selasa, 29 April 2025 07:30 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengunjungi Sentra Satria Baturraden pada Kamis (24/4/2025) yang akan menjadi salah satu lokasi Sekolah Rakyat di wilayah Banyumas, Jawa Tengah. (Foto: Dok. Kemensos).
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengunjungi Sentra Satria Baturraden pada Kamis (24/4/2025) yang akan menjadi salah satu lokasi Sekolah Rakyat di wilayah Banyumas, Jawa Tengah. (Foto: Dok. Kemensos).

 Sebelumnya 
Dia memastikan, guru yang terlibat adalah lulusan PPG untuk memastikan kualitas pendidikan yang diberikan.

Pendirian 100 Sekolah Rakyat menjadi target Pemerintah pada tahun 2025, dengan prioritas di daerah-daerah seperti Jawa Barat. Sedangkan DTSEN menjadi sistem pendataan sosial ekonomi yang dikembangkan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Dengan DTSEN, kita tahu siapa yang betul-betul miskin dan apa kebutuhannya,” ucapnya.

DTSEN yang pertama kali terintegrasi dan diperbarui secara berkala, memastikan ketepatan sasaran dalam program pengentasan kemiskinan.

Baca juga : Setelah Ikuti Bimtek, Kader NasDem Harus Kerja Nyata

Dia juga mengajak seluruh jajaran Pemerintah Daerah, kepala desa, sektor usaha, akademisi dan masyarakat sipil untuk memperkuat pendidikan keluarga miskin melalui Sekolah Rakyat dan mengoptimalkan DTSEN agar setiap anggaran sosial memberikan dampak nyata.

Gus Ipul menekankan, percepatan pengentasan kemiskinan bukanlah pilihan, melainkan keharusan.

“Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera dimulai dari desa, dari kampung, dari Sekolah Rakyat dan dari data yang akurat,” serunya.

Dalam audiensi dengan enam kepala daerah, Gus Ipul menegaskan bahwa pendidikan adalah cara paling efektif untuk memutuskan rantai kemiskinan yang diwariskan turun-temurun. Sekolah Rakyat diklaim sebagai inovasi sosial yang bisa membantu masyarakat miskin mengakses pendidikan.

Baca juga : Calon Jemaah Haji Mesti Jalani Pola Hidup Sehat

“Pendidikan adalah rekayasa sosial yang paling terbukti mampu memutus mata rantai kemiskinan,” imbuhnya.

Bupati Solok Jon Firman Pandu mendukung penuh inisiatif Kemensos dalam mengembangkan Sekolah Rakyat. Program tersebut diyakini mampu menjadi jalan keluar dari kemiskinan yang sudah mengakar.

“Program ini akan kami sinergikan dengan kebijakan pendidikan dan pemberdayaan yang ada di Kabupaten Solok,” bebernya.

Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong menekankan pentingnya akurasi data melalui DTSEN. Pihaknya siap mendorong pemutakhiran data secara berkala agar program bantuan sosial tidak salah sasaran.

Baca juga : Gerindra Dan PDIP All Out Menangkan Nanda-Anton

“DTSEN ini sangat penting untuk efisiensi dan akuntabilitas kebijakan di tingkat daerah,” tegasnya.

Presiden Prabowo Subianto melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 yang diteken pada 27 Maret 2025, menginstruksikan percepatan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Dalam Inpres tersebut, Prabowo menekankan keterpaduan program lintas kementerian dan daerah dengan fokus pada penggunaan DTSEN dan pembentukan Sekolah Rakyat bagi masyarakat miskin. JAR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Selasa, 29 April 2025 dengan judul "Tekan Angka Kemiskinan, Pemerintah Fokuskan Pendidikan Dan DTSEN"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.