Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pasokan Di Bengkulu Terganggu
Gibran Turun Tangan Mengatasi Krisis BBM
Rabu, 28 Mei 2025 07:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka langsung turun tangan mengatasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bengkulu dan terputusnya distribusi logistik ke Pulau Enggano.
Usai menerima laporan soal krisis tersebut, Gibran meninjau Pelabuhan Pulau Baai, Selasa (27/5/2025). Di sana, dia memerintahkan percepatan pengerukan alur pelayaran yang dangkal akibat sedimentasi.
Sudah sepekan terakhir, Kota Bengkulu dilanda krisis BBM. Warga kesulitan mendapatkan BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Akibatnya, antrean kendaraan mengular di berbagai titik.
Di beberapa SPBU, antrean mengular hingga 2 kilometer. Warga terpaksa antre berjam-jam demi mendapatkan jatah bensin. Kelangkaan ini juga memicu lonjakan harga di penjual eceran. Pertalite yang biasanya dijual Rp 10 ribuan per liter, kini tembus Rp 30 ribu di pinggir jalan.
Baca juga : Gerindra Ajak Parpol Se-Asia Bangun Rasa Saling Percaya
Krisis terjadi karena pasokan BBM ke Bengkulu terganggu. Selama ini, suplai BBM menggunakan kapal tanker dari Palembang ke Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu. Namun, saat ini kapal tak bisa bersandar lantaran pelabuhan mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.
Pendangkalan itu membuat kapal tanker dan pengangkut logistik tidak dapat bersandar. Akibatnya pasokan BBM dan bahan pokok ikut terganggu. Termasuk pasokan ke Pulau Enggano, yang terletak di Bengkulu Utara.
Sebagai alternatif, distribusi BBM dialihkan lewat jalur darat dari Lubuk Linggau, Sumatera Selatan dan Jambi. Namun, distribusi dari Palembang ke Lubuk Linggau pun terganggu karena kereta pengangkut BBM mengalami kendala operasional. Dampaknya, stok di Lubuk Linggau ikut kosong.
Setelah menerima laporan tersebut, Gibran langsung bergerak ke lokasi. Selasa (27/5/2025) sore, sekitar pukul 15.00 WIB, dia tiba di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu.
Baca juga : Modusnya Bawa Ponsel Hingga Penggunaan Joki
Mengenakan kemeja biru muda, air muka Gibran tampak serius sejak turun dari kendaraan. Didampingi sejumlah pejabat, dia langsung berjalan menuju Kapal Tunda Bunga Raflesia yang akan membawanya ke titik sedimentasi di pintu masuk pelabuhan.
Sambil berjalan ke arah kapal, Gibran berbincang dengan jajaran Pelindo dan otoritas pelabuhan yang menyambutnya. Anak sulung Presiden ke-7 Jokowi itu tampak seksama mendengarkan penjelasan teknis seputar kondisi alur pelayaran yang dangkal akibat sedimentasi.
Dalam peninjauan tersebut, Gibran meminta segera dilakukan pengerukan. Dia juga menyampaikan empat arahan strategis. Salah satunya, pemerintah memprioritaskan penanganan pendangkalan sebagai hal mendesak yang berdampak langsung terhadap kebutuhan rakyat, terutama distribusi energi dan bahan pokok.
“Saya minta ini jadi prioritas. Presiden Prabowo sudah tegaskan, yang menyangkut hajat hidup orang banyak jangan ditunda-tunda,” ujar Gibran, seperti dikutip dari siaran pers Setwapres, Selasa (27/5/2025).
Baca juga : Musda Beringin Sumut Hampir Pasti Aklamasi
Kedua, dia meminta PT Pelindo mempercepat pengerukan alur pelayaran agar distribusi energi dan bahan pokok kembali lancar. Ketiga, selama pengerukan berjalan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT Pertamina dan pemerintah daerah harus menjamin kelancaran distribusi BBM melalui jalur alternatif, khususnya jalur darat.
Keempat, Gibran berkomitmen memantau perkembangan penanganan secara berkala dengan laporan dari kementerian terkait, pemerintah provinsi, Pertamina dan Pelindo untuk memastikan proses tepat waktu dan tepat sasaran.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya