Dark/Light Mode

Blokir 2 Juta Situs, Kemenkomdigi Lindungi Anak-Anak Dari Judol

Rabu, 18 Juni 2025 07:25 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

 Sebelumnya 
Dia mengusulkan, layanan rehabilitasi ditangani oleh Dinas Sosial tingkat kabupaten atau kota dan berkoordinasi dengan instansi yang memiliki fungsi perlindungan anak.

“Langkah ini perlu segera dilakukan. Sebab, tidak sedikit kasus yang melibatkan anak dalam aktivitas judol,” cetusnya.

Susanto menjelaskan, salah satu penyebab anak-anak rentan terjerumus judol, karena mereka memiliki ketahanan diri yang rendah dalam menyaring infor­masi di media sosial.

Baca juga : Awas, Pilkada Barito Utara Diulang Karena Politik Uang

Situasi ini menjadi semakin berbahaya ketika promosi judi masuk ke dalam ranah daring dan menyasar generasi muda.

“Kerentanan cukup tinggi adalah saat anak lekat dengan media digital, tapi mereka belum memiliki self resilience (ketahanan diri). Pada saat yang sama promosi judi masuk ranah daring. Ini sangat berbahaya bagi usia anak,” tegasnya.

Bahaya judol yang mengintai anak-anak Indonesia juga ramai diperbincangkan netizen di me­dia sosial X.

Baca juga : Ahli Dan Lembong Adu Data

Akun @are_isinmyname me­nilai, idealnya orang tua men­jadi garda terdepan untuk me­lindungi anak mereka dari ba­haya di ruang digital, mulai dari pornografi hingga judol.

“Kita semua Tidak bisa se­lamanya tergantung Komdigi untuk memblokir saluran berbau pornografi hingga judol yang mengintai anak-anak. Orang tua dan masyarakat juga harus aware. Jangan gara-gara sibuk, jadi abai dan anak dikasih gadget tanpa kontrol,” tulisnya.

“Memang serem deh judol dan pinjol ini. Anak dan remaja rentan terjerumus. Kalau browsing atau main game pakai gawai, kadang ada aja iklan-iklanya,” cuit akun @HeniPuspita29.

Baca juga : Meski DKI Kasih Subsidi, Bodetabek Kudu Saweran

“Edan betul memang. Anak tetangga gue, ada yang kecan­duan judol,” timpal akun @arcseiarusx.

Akun @BieobieObie menyoroti tentang sikap orang tua ter­kesan kerap menyalahkan si anak bila si anak sudah kecanduan judol. Padahal, tanggung jawab dan pola pikir anak seharusnya diarahkan orang tua dari awal.

“Ada orang tua yang anak anaknya bandel, kecanduan game online, kejerat judol, dan sebagainya. (Tapi) tahu nggak emaknya ngomong apa? ‘Nyesel gue lahirin lue’. Nggak sedikit yang begitu. Kacau. Harusnya, orang tua yang dari awal menga­wasi anaknya agar tidak terjerat tindak kriminal dan kenakalan remaja. Bukan menyalahkan si anak,” tuturnya. [SSL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.