Dark/Light Mode

Kejar Swasembada Energi

Bahlil: Tiap Malam Mikirnya Lifting Minyak

Kamis, 3 Juli 2025 07:30 WIB
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kedua kanan), Wamen ESDM Yuliot Tanjung (kanan) dan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana (ketiga kanan) serta jajaran, mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XII DPR, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/7/2025). (Foto: TEDY OCTARIAWAN KROEN / RM).
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kedua kanan), Wamen ESDM Yuliot Tanjung (kanan) dan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana (ketiga kanan) serta jajaran, mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XII DPR, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/7/2025). (Foto: TEDY OCTARIAWAN KROEN / RM).

 Sebelumnya 
Bahlil menjelaskan, Pemerintah juga membuka peluang bagi sumur minyak milik masyarakat yang selama ini beroperasi tanpa izin untuk berkontribusi secara legal. Lewat Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025, sumur rakyat yang dikelola BUMD, koperasi, atau UMKM kini bisa kerja sama dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Dalam skema ini, KKKS wajib membeli hasil produksi sumur rakyat. Jika tidak, pelaku BUMD, koperasi, atau UMKM bisa kena sanksi hukum. Kerja sama ini bersifat sementara, maksimal empat tahun.

Baca juga : Demokrat Mau Upgrade Kualitas Para Kadernya

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memproyeksikan tambahan produksi dari sumur rakyat bisa mencapai 10 ribu hingga 15 ribu barel per hari. Sebagian sudah mungkin terealisasi mulai Agustus 2025.

“Kita mencatat ada lebih dari 7.000 sumur rakyat yang potensial masuk skema kerja sama ini. Tapi pemerintah juga menetapkan tidak akan membuka sumur rakyat baru, hanya menginventarisasi yang sudah ada,” jelasnya.

Baca juga : Kerja Desk Pemberantasan Penyelundupan Buahkan Hasil

Pelaksana Tugas Dirjen Migas Kementerian ESDM Tri Winarno optimis target lifting tahun ini bisa tercapai. Meski begitu, dia mengingatkan penurunan kapasitas produksi alami di sumur-sumur tua. Sehingga target APBN 2026 hanya naik tipis menjadi 610 ribu barel per hari.

Untuk mencapai target, Pemerintah menerapkan berbagai strategi. Mulai dari optimalisasi lapangan aktif, reaktivasi lapangan dan sumur yang selama ini idle, hingga eksplorasi mencari cadangan baru. Meski kebijakan sumur rakyat mendapat respons positif, ada pula yang mengingatkan risiko yang mungkin muncul.

Baca juga : Hubungan Wagub & Sekda Jabar Kembali Harmonis

Praktisi migas Hadi Ismoyo mengatakan, kontribusi sumur rakyat secara nasional tidak besar karena produksi kecil dan tersebar. “Sumur rakyat hanya menyumbang sekitar 10 hingga 15 ribu barel per hari, atau sekitar 2 persen dari total produksi nasional,” ujarnya. JAR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Rabu, 3 Juli 2025 dengan judul "Kejar Swasembada Energi, Bahlil: Tiap Malam Mikirnya Lifting Minyak"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.