Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Selain Soal Ormas, Kemendagri Soroti Masalah Sampah Yang Bebani Daerah
Senin, 7 Juli 2025 07:25 WIB
Sebelumnya
“Kita melihat ada kesenjangan dalam sistem. Bahkan ketika sampah berhasil dipilah dan diolah, sering kali tidak ada pihak yang membeli hasil olahannya,” kata Bima.
Oleh karena itu, Kemendagri mendorong keterlibatan sektor swasta dalam pengelolaan sampah. Salah satunya, melalui kajian penggunaan sampah plastik sebagai bahan campuran aspal jalan. Inisiatif ini dijajaki bersama Chandra Asri Group.
Kajian tersebut dilakukan untuk memetakan potensi pemanfaatan sampah plastik secara lebih luas dalam pembangunan infrastruktur. “Kita ingin data produksi sampah plastik bisa dikaitkan dengan kebutuhan jalan yang membutuhkan perawatan,” kata Bima.
Baca juga : KPK: OTT Jadi Pintu Masuk Dalami Keterlibatan Pihak Lain
Hasil kajian ini, lanjut Bima, diharapkan menjadi dasar penyusunan regulasi penggunaan aspal plastik yang dapat diterapkan di berbagai daerah. “Harus ada kebijakan di tingkat pusat, sekaligus contoh kota dan kabupaten yang bisa menjadi proyek percontohan,” ujarnya.
Terpisah, Direktur Legal, External Affairs & Circular Economy Chandra Asri Group, Edi Rivai, menyampaikan kesiapan perusahaannya membantu pemerintah. Pihaknya telah memanfaatkan sampah plastik sebagai campuran aspal di sepanjang 120,8 kilometer jalan di Indonesia.
Untuk satu kilometer jalan, kata Edi, dibutuhkan sekitar tiga ton sampah plastik. “Kami telah mengolah lebih dari 1.500 ton sampah plastik, sebagian besar berasal dari daerah tempat proyek dikerjakan,” ungkapnya.
Baca juga : PSI Jawa Timur Bangun Posko Untuk Pemilu Raya
Senada, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akan turut andil memperkuat dalam pengawasan pengelolaan sampah di seluruh Indonesia. Saat ini, prioritasnya di wilayah Jakarta Utara.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, Jakarta Utara akan menjadi pilot project yang hasilnya dapat direplikasi di wilayah Indonesia lainnya.
“Target kami adalah pengelolaan sampah bisa mencapai 100 persen pada 2029. Jika Jakarta Utara bisa kita bereskan, wilayah lain akan lebih mudah,” kata Hanif. [ASI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya